9 Kemiripan antara Burung dan Dinosaurus

Edison 9955 kali gagal menemukan lampu pijar yang menyala. Jika ia berhenti di percobaan ke 9956, mungkin sekarang kita tidak akan punya lampu.
Tulisan dari Lampu Edison tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Dan biasa kita lihat sehari-hari.

Sumber gambar: Wikimedia Commons.
Ketika kita berbicara tentang dinosaurus, kita biasanya akan membayangkan hewan reptil raksasa yang ganas dan menyeramkan seperti Tyrannosaurus rex atau T-rex. Ada juga dinosaurus yang vegetarian seperti brontosaurus, tapi hewan ini juga merupakan dinosaurus raksasa.
Tahukah kamu bahwa tidak semua dinosaurus itu besar dan menyeramkan. Ada juga dinosaurus yang kecil yang tidak berbahaya. Bahkan, keturunannya masih bisa kita lihat sampai sekarang dan jumlahnya ada sekitar 18.000 spesies.
Ya, dinosaurus yang masih bisa kita lihat sampai sekarang adalah burung. Burung yang ada di bumi kita sekarang memiliki karakter fisik yang sangat mirip dengan beberapa spesies dinosaurus yang sudah punah, bahkan lebih mirip daripada dinosaurus yang berbeda spesies. Apa saja kemiripan-kemiripan antara burung dan dinosaurus? Berikut adalah rangkumannya:
1. Sama-sama berbulu Para peneliti percaya bahwa dinosaurus memiliki bulu, ada yang sedikit dan ada yang banyak, bahkan pada t-rex. Bulu pada dinosaurus berguna untuk merasakan perubahan pada lingkungan sekitar dan untuk menjaga tubuh tetap hangat, sama seperti burung.
2. Sendi-sendi mereka mirip Satu spesies dinosaurus bernama Velociraptor mongoliensis memiliki pergelangan kaki yang berengsel dan pergelangan tangan yang dapat berputar, lengkap dengan tiga jarinya. Hal tersebut mirip dengan burung.
3. Dinosaurus memiliki tulang berongga seperti burung Tulang burung yang berongga membuat tulang-tulang mereka ringan, namun tetap kuat. Cocok untuk terbang. Namun ternyata tulang yang berongga tersebut telah berevolusi jauh sebelum hewan bisa terbang.
Allosaurus, dinosaurus besar yang dapat tumbuh lebih dari 10 meter yang merupakan salah satu nenek moyang burung juga memiliki tulang yang berongga.
Sumber gambar: Wikimedia Commons.
4. Posisi tidurnya mirip Beberapa fosil yang berasal dari 128 juta tahun yang lalu berhasil menunjukkan cara tidur dinosaurus yang mirip dengan burung. Mereka melipat kakinya dan menyembunyikan kepalanya di bawah salah satu lengan.
Posisi tidur yang melingkar ini dilakukan oleh hewan berdarah panas seperti burung dan mamalia, juga manusia ketika kedinginan dan tidur tanpa selimut.
Hal tersebut dilakukan untuk menahan panas agar tidak keluar dari tubuh ketika sedang tidur. Itu artinya dinosaurus sama seperti burung, sama-sama berdarah panas. Sementara reptil adalah hewan berdarah dingin.
5. Sama-sama memiliki furcula Furcula atau tulang yang bentuknya menyerupai garpu, awalnya diduga hanya dapat ditemukan pada burung karena berhubungan dengan kemampuan mereka untuk terbang. Tapi ternyata, furcula juga ditemukan pada dinosaurus, termasuk t-rex.
6. Mereka sama-sama mengerami telur Burung duduk di atas telurnya agar tetap hangat sebelum mereka menetas. Kegiatan yang disebut dengan mengeram ini ternyata juga dilakukan oleh dinosaurus. Hal tersebut diketahui setelah para peneliti menemukan sebuah fosil di Gurun Gobi pada tahun 2012.
Fosil tersebut menunjukkan dinosaurus Citipati osmolskae sedang mengerami telurnya. Sementara dalam dunia reptil, tidak semua hewan menjaga telurnya sebelum menetas.
7. Paru-paru mereka sangat efisien Tidak seperti manusia yang menggunakan saluran yang sama untuk menghirup dan mengeluarkan napas, udara di dalam pernapasan burung mengalir hanya ke satu arah saja dengan menggunakan pundi-pundi udara.
Udara masuk melalui satu pundi dan keluar melewati pundi yang lain. Hal tersebut membuat sistem pernapasan burung menjadi dua kali lipat lebih efisien daripada mamalia karena menghirup dan mengeluarkan napas jadi tidak perlu berganti-gantian. Ternyata, sistem pernapasan seperti ini juga ditemukan pada dinosaurus.
8. Cakar mereka mirip Salah satu spesies burung tertua di dunia, hoatzin yang berasal dari Amerika Selatan memiliki cakar bukan hanya pada kakinya, tapi juga pada sayapnya. Burung yang sudah ada sejak 64 juta tahun ini menggunakan cakar tersebut untuk memanjat pada saat mereka masih muda. Ketika sudah dewasa, cakar-cakar tersebut akan terlepas. Cakar di sayap tersebut mirip dengan tangan dinosaurus yang juga bercakar.
9. Dinosaurus mendapatkan nama-nama burung Nama Dinosaurus “Struthiomimus altus” berarti “mirip dengan unta”. Dinosaurus tersebut memiliki kaki belakang yang panjang seperti unta dan juga memiliki paruh. Sementara “psittacosaurus” yang artinya adalah “kadal beo” dinamai seperti itu karena paruhnya yang mirip beo. Dinosaurus ini juga memiliki bulu pada ekornya.
