Konten dari Pengguna

Ada Apa dengan Kepala Hiu Martil? Simak Penjelasan dan 4 Kelebihannya

Lampu Edison

Lampu Edison

Edison 9955 kali gagal menemukan lampu pijar yang menyala. Jika ia berhenti di percobaan ke 9956, mungkin sekarang kita tidak akan punya lampu.

clock
comment
1
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Lampu Edison tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi hiu berkepala martil. Sumber Gambar: Pixabay.
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi hiu berkepala martil. Sumber Gambar: Pixabay.

Hiu martil memiliki bentuk kepala yang 'aneh', sekaligus unik. Bentuk kepalanya gepeng dan melebar ke arah samping menyerupai martil (palu), dengan posisi mata dan lubang hidung berada di ujung tonjolan kepala.

Pernahkah kalian bertanya-tanya mengapa kepala hiu martil seperti itu? Atau mengapa kepala hiu martil tidak berbentuk seperti kepala hiu-hiu lain pada umumnya? Sebelum membahas terkait hal itu, mari kita mengenal lebih jauh tentang hewan hiu itu sendiri.

Dalam rantai makanan, hiu termasuk salah satu predator teratas dalam rantai makanan di lautan. Salah satu? Ya, hiu bukanlah satu-satunya predator teratas di lautan. Masih ada Orca--atau yang biasa dikenal sebagai paus pembunuh--yang bahkan terkadang menyerang hiu dan kemudian memangsanya.

Sudah ada 440 spesies hiu yang telah teridentifikasi. Di antara ratusan spesies tersebut, sembilan di antaranya adalah jenis hiu martil. Hiu martil hidup di perairan lepas pantai, dengan perairan iklim tropis dan iklim sedang, termasuk di Indonesia.

Hiu martil tergolong ikan pelagis--yang hidupnya di permukaan air hingga kolam air sedalam 200 meter--dan juga dikenal sebagai hewan 'penjelajah lautan'. Tubuh mereka dapat tumbuh hingga sepanjang 4,5 meter.

Mereka memakan berbagai jenis ikan, bahkan juga termasuk jenis hiu lainnya. Hiu martil dapat dikatakan 'agak pemalu' terhadap manusia. Namun, hiu martil juga dapat menyerang manusia, apabila mereka merasa terganggu.

Kemudian, mengapa kepalanya bisa berbentuk menyerupai martil? Bentuk unik tersebut (cephalofoil) diduga sebagai evolusi bentuk hiu.

Penelitian menunjukkan bahwa hiu pertama muncul sekitar 450 juta tahun yang lalu, sedangkan bukti molekular menunjukkan hiu martil baru muncul sekitar 20 juta yang lalu. David Jacoby dari Zoological Society of London di Inggris menyatakan, hiu martil termasuk dalam spesies hiu termuda yang masih ada.

Dengan bentuk kepala seperti itu, setidaknya, ada beberapa keuntungan yang dapat dirasakan oleh hiu martil.

  1. Bentuk kepala gepeng dan rata meningkatkan performa berenang

Kepala hiu martil membantu pergerakan saat berenang. Foto: Unsplash/David Clode

Stephen Kajiura dkk (2003) menyatakan bahwa hiu martil dapat berbelok lebih tajam dan lebih sering, bahkan dua kali lebih cepat dibandingkan dengan hiu harimau pasir. Bentuk cephalofoil yang pipih dan rata membantu hiu martil berbelok dengan stabilitas yang cukup besar.

  1. Membantu dalam menangkap mangsa

Hiu martil menjadikan kepalanya adalah senjata andalannya. Foto: Unsplash/Jonas Allert

Hiu martil memang memiliki ukuran mulut yang kecil. Namun dengan bantuan kepalanya, hiu ini bahkan mampu menaklukkan seekor ikan pari.

Sekelompok biologis yang mempelajari tentang ikan pari di Bahama menceritakan bahwa seekor hiu martil dengan panjang sekitar 3 meter mampu menaklukkan ikan pari yang berusaha melarikan diri menuju ke dasar laut. Hiu martil dapat menggunakan kepalanya seperti senjata, dengan menekankan dan menahan kepalanya ke badan ikan pari, lalu menggigit bagian sirip dan dada ikan pari.

  1. Bentuk kepala yang lebih lebar meningkatkan kemampuan visi teropong

Hiu Martil memiliki visi mengerikan, baik di bawah maupun permukaan laut. Foto: Unsplash/David Clode

Kemampuan visi ini, setidaknya, membantu hiu martil dalam visualisasi kedalaman perairan. Selain meningkatkan kemampuan visi, bentuk kepala yang lebih lebar ini membantu memusatkan kemampuan konsentrasi medan elektromagnetik mereka. Laiknya alat pendeteksi, mereka sering menggerakkan kepala mereka dari sisi ke sisi guna mendeteksi mangsa di permukaan laut.

  1. Bentuk kepala unik dapat dianalogikan seperti antena pada serangga

Kepala hiu martil bisa menjadi radar. Foto: Wikimedia Commons

Gardiner dan Atema (2010) menyatakan bahwa hiu dapat mengetahui lubang hidung mana yang pertama kali mencium bau memikat, dan menentukan ke arah mana mereka akan berbalik. Posisi lubang hidung hiu martil yang berjauhan sangat menguntungkan dalam hal ini, sehingga dapat mendeteksi bau dengan lebih cepat dan efektif.

Bagaimanapun, dengan kelebihan yang mereka miliki, ternyata hiu martil termasuk ke dalam hewan langka. Perburuan hiu yang berlebihan, serta siklus hidup panjang dan masa pertumbuhan yang cukup lama menyebabkan keberlangsungan hidup hiu sangat rentan. Hiu martil dikategorikan langka menurut Daftar Merah IUCN, dan masuk ke dalam daftar Appendix II menurut CITES of Wild Fauna and Flora.

---

Sumber:

Nurdin, M. 2004. Mengenal Beberapa Jenis Hiu. Oseana, Volume XXIX, Nomor 1, 2004:9-17 [www.oseanografi.lipi.go.id]

http://www.bbc.com/earth/tags/shark