Pencarian populer

Air dan Kehidupan Manusia

Apa hubungan mendalam antara air dan kehidupan manusia?

Air dalam Tubuh Manusia

Kebanyakan dari kita hanya tahu bahwa tubuh kita terdiri dari air sebagai komponen utamanya, oleh karenanya sangat berbahaya ketika kita kekurangan air dan terjadi dehidrasi. Namun, yang menarik adalah air dalam tubuh kita ternyata selalu berubah volume nya seiring ktia bertambah dewasa.

Human body | wikipedia.org

Saat manusia belum lahir dan masih dalam kandungan, kandungan air dalam tubuh mereka hampir 100% atau sekitar 95% jumlahnya. Lalu pada waktu lahir keluar dari rahim ibunya, jumlah air dalam tubuh sedikit berkurang menjadi sekitar 77% karena perkembangan biologis tubuh.

Presentase ini semakin berkurang ketika manusia mulai dewasa dan bertambah tua, barulah jumlah air ini menjadi 60-70% di dalam tubuh seperti yang kita ketahui pada umumnya. Tidak heran jika air merupakan faktor penting dalam hidup karena merupakan unsur pembentuk seorang manusia lahir ke dunia.

Air Si Pengendali Suhu

Air yang terdiri dari unsur Hidrogen dan Oksigen merupakan perihal penting dalam hidup manusia. Ternyata layaknya mesin pendingin yang memerlukan pertukaran panas serta pengaturan suhu di dalam sistemnya, air juga menjaga suhu yang ada di bumi dan tubuh manusia.

Water earth | pixabay.com

Menurut Environmental Protection Agency (EPA), air mengatur suhu bumi dan juga mengatur suhu tubuh manusia, membawa nutrisi dan oksigen ke sel, bantalan sendi, melindungi organ dan jaringan, dan menghilangkan limbah yang tidak diperlukan baik itu dalam proses pencampuran maupun sistem yang saling bereaksi satu sama lain.

Dalam perannya menjaga suhu bumi maupun tubuh manusia, air berperan sebagai pendingin dari panas yang menyebabkan suhu berlebih dalam kesatuan sistem baik di bumi maupun tubuh manusia. Peran ini sangat penting karena jika tidak ada air mungkin suhunya akan naik jauh berkali-kali lipat. Namun, bukan berarti air dapat menjaga suhu dalam batas tertentu, jumlahnya yang juga terbatas dengan pemanasan global yang terus terjadi menyebabkan tidak seimbangnya ekosistem di bumi sehingga banyak es di kutub yang mencair juga.

Air yang Dikonsumsi Manusia

Jumlah ini diperkirakan lebih banyak yang terbuang dari pada masuk ke dalam tubuh. Hampir dalam setiap aktivitas manusia tidak akan dapat dipisahkan dari air, baik itu air yang dikonsumsi dan masuk ke tubuh maupun air untuk keperluan sehari-hari.

Human right to water and sanitation | wikimedia.org

Pada umumnya air yang dikonsumsi oleh orang Indonesia untuk aktivitasnya sehari-hari berkisar antara 100 - 200 L atau 3.000 - 6.000 L per bulan, semua aktivitas ini rata-rata digunakan untuk keperluan mandi maupun cuci-cuci lainnya dimana air terbuang ke saluran. Beberapa diantaranya mungkin mengkonsumsi lebih tinggi mencapai 300 - 400 L per hari tergantung borosnya pemakaian air yang digunakan.

Hal yang menarik adalah ternyata air yang dikonsumsi untuk tubuh manusia sebagai kebutuhan pokoknya sehari-hari sangat sedikit, jumlahnya hanya kurang lebih 1.000 L per tahun atau setara dengan pemakaian air untuk aktivitas pencucian dalam waktu kurang dari seminggu, jumlah ini terhitung merupakan kebutuhan ideal dan mungkin banyak yang meminum air jauh di bawah angka tersebut.

Efek Mpemba

Efek air yang membeku dan menyebabkan volumenya lebih besar dari air yang mencair mungkin adalah hal yang sering kita dengar. Hal ini dapat kita temukan ketika mengisi botol plastik yang terlalu penuh dan menyebabkan botol tersebut mengembung dari biasanya. Namun ada fakta lain yang menarik dari air, ternyata air panas lebih cepat membeku dibandingkan air dingin.

mpemba effect winter snow | pixabay.com

Hal ini dinamakan efek Mpemba, ditemukan oleh Erasto Batholomeo Mpemba pada tahun 1963, adalah pengamatan bahwa dalam beberapa keadaan air yang lebih hangat dapat membeku lebih cepat dari pada air yang lebih dingin.Meskipun ada beberapa dukungan yang dipublikasikan secara bertentangan, ada ketidaksepakatan mengenai apa efeknya dan dalam keadaan apa hal itu terjadi.

Ada laporan fenomena serupa sejak zaman kuno, meski diduga dengan detail yang tidak mencukupi untuk klaim yang akan direplikasi. Fenomena itu, bila dianggap berarti "air panas membeku lebih cepat daripada dingin", sulit untuk direproduksi atau dikonfirmasikan karena pernyataan ini tidak jelas. Sejumlah kemungkinan penjelasan untuk efek telah diajukan dan masih dalam tahap pengujian yang lebih lanjut seperti apa keadaan itu terjadi.

Tulisan ini adalah kiriman dari user, isi tulisan ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
11 Desember 2017 · · ·
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
11 Desember 2017 · · ·
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
11 Desember 2017 · · ·
Bagikan ide, informasi, momen dan cerita kamu melalui
kumparan
Dengan ini kamu menyetujui syarat
& layanan dari kumparan
Tentang kumparan · Bantuan · Ketentuan & Kebijakan Privasi · Panduan Komunitas · Pedoman Media Siber · Iklan · Karir
2019 © PT Dynamo Media Network
Version: web: