Konten dari Pengguna

Makan Pedas Dapat Menimbulkan Gatal di Kepala, Apa Penyebabnya?

Lampu Edison

Lampu Edison

Edison 9955 kali gagal menemukan lampu pijar yang menyala. Jika ia berhenti di percobaan ke 9956, mungkin sekarang kita tidak akan punya lampu.

clock
comment
1
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Lampu Edison tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi makanan pedas (Foto: Thinkstock)
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi makanan pedas (Foto: Thinkstock)

Setelah makan makanan pedas, sering timbul reaksi gatal-gatal pada kepala. Istilah medis untuk kondisi seperti ini adalah "cholinergic urticaria" yang disebabkan oleh zat kimia aktif.

Dalam beberapa jenis makanan pedas, terkandung zat kimia aktif yaitu microptaprotomerase. Zat ini mudah terserap ke dalam aliran darah saat dikonsumsi.

Pada dasarnya, tidak ada efek negatif dari zat yang cukup panjang namanya ini, namun ketika akhirnya alirannya sampai ke area kepala, zat tersebut akan menuju kantong rambut dan terakumulasi di kulit kepala.

Akibatnya, kulit kepala menjadi gatal. Hal inilah yang kemudian disebut sebagai "cholinergic urticaria", yaitu bentuk urtikaria atau gatal-gatal yang muncul akibat stimulus fisik, khususnya panas.

Dalam hal ini, panas diperoleh dari pengonsumsian makanan pedas. Orang yang mengalami "cholinergic urticaria" pada dasarnya tidak menampakkan ciri atau gejala yang spesifik, sepanjang tidak terpapar oleh stimulus panas.

Saat seseorang mengalami peningkatan suhu tubuh saat makan pedas, maka reaksi gatal-gatal akan mulai muncul sebagai reaksi dari panas. Namun gejala tersebut dapat menghilang dengan sendirinya setelah suhu tubuh menurun atau dengan munculnya keringat.