Tekno & Sains
·
14 Januari 2021 8:00

Apa yang Terjadi Jika Petir Menyambar Pesawat Terbang?

Konten ini diproduksi oleh Lampu Edison
Tahukah kamu bahwa setidaknya petir terjadi sebanyak 1 miliar kali per tahun? Dari jumlah tersebut hanya 20 persen pelepasan petir yang sampai ke permukaan bumi, sedangkan 80 persen pelepasan petir terjadi di awan. Petir sangatlah berbahaya, suhunya bisa mencapai 30.000 derajat celcius dengan energy yang dibawa mencapai 100 juta volt dan 30.000 amp.
ADVERTISEMENT
Dengan kekuatan petir yang begitu mengerikan, maka muncul pertanyaan: Apa yang terjadi jika pesawat yang sedang terbang tersambar petir? Apakah pesawat bisa selamat? Apakah pesawat aman?
Apa yang Terjadi Jika Petir Menyambar Pesawat Terbang? (133160)
Image by J Byers from Pixabay
Pesawat vs petir
Menurut data dari Asosiasi Transportasi Udara Internasional (IATA), pesawat terbang komersial bisa tersambar petir sekali setiap 1000 jam penerbangan atau bisa diasumsikan dengan satu sambaran petir per pesawat per tahun.
Umumnya pesawat tersambar petir pada ketinggian 5000 hingga 15000 kaki dan sering kali terjadi setelah take off atau saat bergerak turun. Kemungkinan tersambar petir akan menurun ketika pesawat terbang di ketinggian yang lebih tinggi yaitu di atas 20.000 kaki –umumnya pesawat terbang komersial terbang di ketinggian antara 30.000 – 38.000 kaki−
ADVERTISEMENT
Dalam kebanyakan kasus, insiden sambaran petir lebih banyak terjadi selama musim semi dan musim panas. Sekitar 70 persen sambaran petir terjadi saat sedang hujan dan sekitar 42 persen sambaran petir terjadi tanpa badai petir.
Sambaran petir dipicu oleh pesawat itu sendiri yang terbang di wilayah awan yang bermuatan –beda potensial positif negatif− tinggi. Pesawat bisnis dan pribadi yang ukurannya lebih kecil dianggap lebih jarang tersambar petir karena ukurannya yang kecil dan karena lebih dapat menghindari cuaca dan awan yang berpotensi menghasilkan petir.
Desain pesawat untuk proteksi sambaran petir
Meskipun terdengar mengerikan, sebetulnya sambaran petir ke pesawat adalah sebuah hal yang relatif umum. Namun begitu, sambaran petir jarang menimbulkan ancaman bagi keamanan operasional pesawat. Pesawat terbang standar sudah dilengkapi dengan proteksi sambaran petir yang ekstensif untuk menahan sambaran petir.
ADVERTISEMENT
Dilansir dari Time, Prof John Hansman, seorang professor Aeronautika dan Astronautika dan direktur Pusat Internasional untuk Transportasi Udara di MIT, mengungkapkan bahwa pesawat komersial standar telah dirancang untuk menghadapi sambaran petir. Semua pesawat komersial akan melalui serangkaian pengujian ketat untuk memastikan pesawat telah memenuhi standar keselamatan. Seperti apa standar keselamatannya?
Pertama, bagian luar pesawat terbuat dari ‘kulit logam’ dengan ketebalan yang cukup untuk menahan sambaran petir. Kulit logam tersebut merupakan perlindungan dasar yang juga berfungsi mengontrol masuknya energi elektromagnetik ke kabel listrik pesawat.
Kedua, ‘kulit’ di sekitar kabin dan kompartemen interior dirancang dengan jaringan logam yang memberikan lapisan perlindungan tambahan. Lapisan ini menghantarkan listrik melalui bagian luar kapal, sehingga dapat melindungi awak, penumpang, jaringan elektronik dari tegangan apa pun. Proteksi ini lahir dari penerapan teknik Sangkar Faraday.
ADVERTISEMENT
Ketiga, badan pesawat yang lebih rawan tersambar petir akan menggunakan pelindung bundel kawat atau foil yang diperluas, pelapis aluminium flam, kawat logam tertanam, dan lain sebagainya. Petir biasanya menyambar pesawat pada satu area tertentu, kemudian keluar pada area lain. Area pesawat yang rawan tersambar petir adalah radome, badan pesawat bagian depan, nacelle, empennage, dan ujung sayap.
Untuk alasan keamanan, pesawat yang tersambar petir di tengah penerbangan akan menjalani pemeriksaan saat mendarat. Namun dalam banyak kasus, pesawat hanya mengalami sedikit kerusakan minor. Sebagian besar penumpang pesawat bahkan tidak menyadari bahwa pesawat yang mereka tumpangi telah tersambar petir.
Insiden mematikan terakhir pesawat tersambar petir adalah pada tahun 1967 di Amerika Serikat, dimana sambaran petir menyulut ledakan di tangki bahan bakar (penyebab utama pesawat jatuh karena ledakan tangki). Sejak saat itu banyak teknik yang dikembangkan untuk mengurangi ancaman petir.
ADVERTISEMENT
Sumber:
https://www.scientificamerican.com/article/what-happens-when-lightni/