Konten dari Pengguna

Apakah Kapal Hantu Benar-Benar Ada?

Lampu Edison

Lampu Edison

Edison 9955 kali gagal menemukan lampu pijar yang menyala. Jika ia berhenti di percobaan ke 9956, mungkin sekarang kita tidak akan punya lampu.

clock
comment
1
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Lampu Edison tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Adanya kapal hantu dapat dijelaskan dengan menggunakan konsep fisika.

Kapal hantu adalah kapal tanpa awak, yang biasanya ditelantarkan. Dalam sebuah kejadian di tahun1884, kapal Frigorifique bertabrakan dengan kapal Rumney. Kapal Frigorifique mengalami kerusakan, semua awak segera pindah ke Rumney. Namun, di tengah kabut Frigorifique kembali muncul dan menenggelamkan Rumney sehingga para awaknya segera melarikan diri dengan sekoci penyelamat. Dalam cerita, ini terdengar seperti cerita balas dendam kapal yang ditelantarkan. Dalam kenyataannya awak kapal Frigorifique telah lupa mematikan mesin sehingga kapal berlayar secara melingkar, menabrak Rumney, kemudian tenggelam dengan sendirinya.

Cerita kapal hantu yang lain adalah Mary Celeste. Kapal ini ditemukan berlayar di perairan Atlantik pada 1872 tanpa ada orang di dalamnya. Ada air di lambung kapal yang jumlahnya tidak cukup untuk menenggelamkan kapal, serta catatan dari kapten kapal ditemukan terputus di tengah-tengah. Cerita ini menimbulkan spekulasi tentang kapal hantu. Fisika lah yang bisa menjawabnya.

Dalam fisika, ada dua konsep yang dinamakan buoyancy dan dinamika fluida. Buoyancy adalah jika ada benda, yang berat gravitasinya lebih kecil dari berat air, maka benda itu akan terdorong ke atas. Ini sama dengan ketika kita meletakkan pelampung di kolam renang, maka pelampung itu akan terapung. Berbeda hal dengan kapal, karena berat kapal yang begitu besar, maka akan ada volume air yang harus berpindah dan biasanya volume air ini masuk ke lambung kapal. Ini sama dengan ketika kita masuk ke bak mandi yang terisi penuh, akan ada air yang tumpah dari bak yang lebih besar dari berat tubuh kita. Awak kapal Mary Celeste mungkin mengira masuknya air ke lambung kapal dikarenakan adanya sebuah lubang ini sebagai tanda kapal akan tenggelam, oleh karena itulah mereka melarikan diri.

Kesalahan awak kapal adalah mereka tidak mengetahui konsep kedua yaitu dinamika fluida. Menurut dinamika fluida, ketika mencapai suatu titik equilibrum, maka air akan berhenti masuk ke dalam kapal. Karena jumlah air yang ada di lambung kapal tidak cukup untuk menenggelamkan kapal, maka Mary Celeste terus berlayar tanpa awak. Sementara para awaknya diketahui ada yang selamat dan ada pula yang tidak berhasil mencapai daratan.

Sumber : TED-Ed

Sumber Gambar : Leif J. Erickson