Konten dari Pengguna

Awal mula seni bela diri campuran

Lampu Edison

Lampu Edison

Edison 9955 kali gagal menemukan lampu pijar yang menyala. Jika ia berhenti di percobaan ke 9956, mungkin sekarang kita tidak akan punya lampu.

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Lampu Edison tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Sumber gambar : Pixabay
zoom-in-whitePerbesar
Sumber gambar : Pixabay

Mixed martial arts, atau MMA, adalah olahraga full contact modern yang memperbolehkan petarung menggunakan teknik pukulan, tendangan, bantingan, dan kuncian dalam bertarung. MMA merupakan gabungan dari teknik menyerang boxing, muay thai, karate, taekwondo, dan banyak lagi. Sedangkan teknik bantingan, kuncian, dan takedown banyak berasal dari judo, jujitsu, dan gulat. Kompetisi bertarung minim aturan semacam MMA telah diadakan semenjak zaman Yunani kuno. Pada saat itu, terdapat pertandingan tarung yang disebut pankration (kekuatan penuh). Di dalam pankration terdapat dua aturan, yaitu tidak diperbolehkan untuk menggigit dan mencolok mata lawan.

Pankration merupakan pertandingan yang cukup populer pada zamannya. Hal tersebut terlihat dari dilibatkannya ajang tarung tersebut dalam Olimpiade tahun 648SM. Disamping itu, aplikasi dari pankration terlihat cukup luas. Beberapa pakar menganggap bahwa sistem bertarung pankration dapat dipraktikan oleh tentara Yunani di medan perang. Tradisi pertandingan pankration menyebar Asia dan Romawi kuno. Di Romawi kuno, pankration berevolusi menjadi pertandingan gladiator. Dalam pertandingan gladiator, peserta berusaha membunuh dan melukai lawan tandingnya dengan berbagai senjata. Tradisi gladiator berhenti ketika kekristenan berkembang di Romawi kuno. Oleh otoritas moral kristen pada zaman tersebut, gladiator dianggap sebagai pertandingan yang merusak moral dan merupakan perwujudan dari tradisi kaum pagan. Sementara itu, di Asia, penyebaran pankration dipengaruhi oleh Alexander Agung yang mempunyai kebiasaan untuk merekrut atlet menjadi prajurit. Penyebaran tersebut terjadi ketika Alexander Agung pergi menaklukan India. Lebih jauh lagi, pankration berkembang di India, dan kemudian, oleh biksu pengembara disebarkan ke daratan Tiongkok. Oleh karena itu, pankration diperkirakan merupakan induk dari berbagai bela diri tradisional Asia seperti kung fu, judo, dan karate.

Tradisi pertarungan minim aturan mulai berkembang pada akhir abad ke-19, di daratan Amerika. Pada masa tersebut banyak pegulat yang bekerja pada karnival keliling. Di dalam karnival, sang pegulat membuat sayembara dimana siapa yang berhasil bertahan di dalam ring selama waktu yang ditentukan akan memenangkan sejumlah uang. Perlombaan tersebut dapat diikuti banyak peserta, meskipun demikian, karena pegulat tersebut sangat mahir, seringkali peserta tidak berhasil memenangkan sayembara. Meskipun tradisi gulat karnival lambat laun ditinggalkan, konsep olahraga tarung dengan sedikit aturan terus berkembang dan menyebar. Di Brasil, terdapat tradisi olahraga tarung yang bernama vale tudo. Di dalam vale tudo, masing-masing petarung berusaha untuk menaklukan lawannya dengan memaksa menyerah, atau dengan membuat lawan kehilangan kesadaran.

Pada tahun 1941, di Jepang, hiburan gulat professional mulai berkembang. Gulat profesional adalah sebuah olahraga hiburan dimana masing-masing petarungnya bergulat dengan hasil pertandingan yang telah ditentukan sebelummya. Lambat laun praktisi gulat profesional makin bertambah, banyak dari mereka merupakan ahli bela diri yang menguasai berbagai macam seni bela diri, seperti Muay Thai, Kick Boxing, Judo, dan Karate. Perlahan-lahan, hiburan gulat profesional di Jepang berkembang dan membuahkan semacam pertandingan olahraga tarung dengan hasil akhir yang tidak ditentukan. Beberapa individu ternama yang berkontribusi besar terhadap perkembangan olahraga tarung bebas di Jepang adalah Karl Gotch, Akira Maeda, Antonio Inoki, Satoru Sayama, dan Yoshiaki Fujiwara.

Sejarah MMA sebagai olahraga modern tidak lepas dengan sejarah kemunculan UFC. UFC perdana dibuat pada tahun 1993 di Nevada, Colorado AS. Pada awalnya, UFC 1 minim peraturan kecuali larangan menggigit dan mencolok mata, dan batas waktu. Peserta diperbolehkan menggunakan seragam disiplin bela diri yang dianutnya, bahkan memperbolehkan petinju menggunakan satu sarung tinju saja. Pertandingan dihentikan apabila seorang petarung menyerah atau anggota kamp petarung melempar handuk untuk menghentikan pertarungan. Seorang wasit hadir dalam pertarungan namun andilnya sangat minim dan keselamatan petarung tidak begitu terjamin. Tanpa adanya peraturan, UFC awal dianggap sebagai ajang brutal yang dilarang banyak negara bagian AS.Seiringnya waktu, dan keinginan besar para pendiri awal UFC untuk menjadikan MMA sebagai ajang olahraga yang diakui, peraturan demi peraturan mulai melapisi tiap ajang UFC. Sejak dibelinya merk UFC oleh Zuffa (pendirinya terdiri dari Frank dan Lorenzo Fertitta, bekas pemilik kasino di Las Vegas), dan digerakkan oleh Dana White (sahabat Fertitta bersaudara sejak kecil), UFC mendekatkan diri pada komisi atletik dan mulai terbentuk peraturan-peraturan dan divisi berat yang hingga sekarang digunakan UFC, bahkan mayoritas organisasi MMA di seluruh dunia menggunakan peraturan yang disetujui oleh komisi atletik Amerika Serikat dan menjadi peraturan MMA de facto dunia. Peraturan MMA yang digunakan sekarang disebut Unified Rules of Mixed Martial Arts.