Konten dari Pengguna

'Groundhog Day', Hari Ketika Ramalan Cuaca Dipercayakan kepada Hewan

Lampu Edison

Lampu Edison

Edison 9955 kali gagal menemukan lampu pijar yang menyala. Jika ia berhenti di percobaan ke 9956, mungkin sekarang kita tidak akan punya lampu.

clock
comment
1
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Lampu Edison tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Badai salju di Kota New York. (Foto: Reuters/Mike Segar)
zoom-in-whitePerbesar
Badai salju di Kota New York. (Foto: Reuters/Mike Segar)

Dulunya, orang-orang bergantung pada perilaku hewan untuk memprediksi badai. Hal ini dikarenakan hewan lebih peka terhadap kelembapan, tekanan udara, dan panjangnya hari.

Tetapi bukan berarti semua hewan ahli dalam memprediksi cuaca. Hanya beberapa spesies yang memiliki bakat meteorologi. Seekor sapi bisa saja mengeluarkan bunyi ‘moo’ untuk peringatan akan adanya badai. Namun, bisa juga bunyi itu ia keluarkan saat ia ingin lebih banyak rumput.

Dengan kata lain, meski hewan bisa memprediksi cuaca, kita mungkin belum tentu bisa mengetahui prediksinya.

Salah satu hewan yang bisa dipahami prediksi cuacanya adalah binatang pengerat berbulu sejenis marmut bernama Punxsutawney Phil.

Ia berhasil memprediksi bahwa musim dingin di Pennsylvania akan lebih panjang 6 minggu di tahun 2012.

Cara memastikan prediksi Phil adalah jika Phil keluar dari lubang sarangnya untuk melihat bayangannya sendiri di luar, itu berarti musim dingin akan lebih panjang 6 minggu. Jika Phil tidak keluar karena harinya mendung dan ia tidak bisa melihat bayangannya, ini menandakan musim semi yang akan tiba lebih cepat.

Hari ketika Phil meramal cuaca setiap tahunnya diperingati sebagai Groundhog day.