Konten dari Pengguna

Batu Hidup : Lithops Julii

Lampu Edison

Lampu Edison

Edison 9955 kali gagal menemukan lampu pijar yang menyala. Jika ia berhenti di percobaan ke 9956, mungkin sekarang kita tidak akan punya lampu.

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Lampu Edison tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Lithops disebut juga dengan batu hidup.

Kalian pasti jarang bahkan hampir tidak pernah mendengar nama tanaman ini, bukan? Lithops adalah sebuah genus dari tanaman sukulen, Aizoaceae. Nama Lithops berasal dari dua kata dalam bahasa Yunani, yaitu lithos yang berarti “batu“ dan ops yang artinya “mirip”. Lithops julii adalah tanaman kaktus yang bentuknya mirip batu atau kerikil. Oleh karena itu banyak yang menyebutnya sebagai “batu hidup”.

Lithops pertama kali ditemukan oleh William John Burchell pada tahun 1811, selama ekspedisi botani di Afrika selatan. Selama perjalanannya di Provinsi Northern Cape, tepatnya di dekat kota Prieska, ia menemukan batu coklat yang tampak aneh dengan celah pada permukaannya. Pada pemeriksaan lebih dekat, batu yang tampak aneh ini ternyata merupakan tanaman sukulen. Orang-orang Afrika sendiri menyebut tanaman ini dengan berbagai nama, diantaranya beeskloutjie (kuku sapi), skaappootjie (kuku domba) atau perdeklou (kuku kuda), karena dianggap mirip dengan miniatur cetakan kuku.

Lithops adalah tanaman yang bentuknya sedikit bulat dan terdiri dari sepasang atau lebih umbi. Umumnya Lithops berwarna abu-abu atau cokelat krem, seperti warna batu. Daunnya tumbuh saling berhadapan dan dipisahkan oleh celah yang berisi meristem. jaringan pertumbuhan pada tumbuhan (biasanya terdapat pada batang maupun akar) yang terdiri dari sel-sel yang bisa membelah diri. Sebagian besar daun Lithops terkubur dalam tanah dan hanya sebagian kecil saja yang terlihat dari luar. Daun-daun ini mempunyai ujung yang lebar dan memiliki sel-sel jendela yang memungkinkan cahaya masuk sampai ke bagian dalam daun untuk proses fotosintesis. Ketika tumbuh daun baru, biasanya daun tua Lithops akan mengering.

Kebanyakan Lithops berbunga selama musim gugur dan awal musim dingin. Bunga yang dihasilkan biasanya berwarna kuning, oranye pucat atau putih seperti aster, dengan banyak kelopak. Bunga-bunga ini terbuka di sore hari yang cerah dan menutup lagi saat menjelang malam. Bunga-bunga muncul dari celah di antara daun. Beberapa bunga yang dihasilkan ini memiliki aroma harum yang manis dengan ukuran berkisar antara ½ hingga 1½ inchi, tergantung pada spesies dan kondisinya.

Lithops juga memiliki buah yang kering. Buah kering ini biasanya berbentuk kapsul dan nantinya akan terbuka jika buahnya basah. Kapsul tersebut akan tertutup kembali jika sudah kering. Beberapa biji lithops dapat dikeluarkan oleh tetesan air hujan.

Lithops umumnya tumbuh di tempat-tempat yang sangat gersang dan berbatu seperti Afrika, khususnya pada musim kemarau. Sebagian besar spesies Lithops tumbuh di Nama Karoo dan di sepanjang lembah Sungai Orange di Cape Utara yang membentang antara Namibia dan Afrika Selatan bagian barat. Lithops dapat bertahan hidup di daerah gersang karena kemampuannya menyimpan air, dimana hampir seluruh bagian tanaman dikhususkan untuk fungsi ini. Daunnya yang tebal dapat menyimpan cukup air bagi tanaman untuk bertahan hidup selama berbulan-bulan tanpa hujan.

Kondisi habitat asli dari Lithops yang gersang dan berbatu, memungkinkan mereka untuk menghindari diri dari pemangsa, yaitu dengan cara menyatu dengan batu-batu di sekitarnya. Hal ini tentu akan menyulitkan pemangsa karena tampilan lithops yang memang menyerupai kerikil atau batu hidup sehingga sulit dibedakan dengan batu asli.

Hingga saat ini, setidaknya ada 37 spesies dan lebih dari 145 varietas dari Lithops. Semua spesies dan varietasnya ini terlihat sangat mirip satu sama lain dengan Sedikit perbedaan pada bentuk, tanda, warna dan tekstur tubuh. Warna lithops yang ditemukan semakin bervariasi, mulai dari abu-abu, coklat, coklat kemerahan, hijau dan merah muda. Selain itu pola permukaan daun Lithops pun beragam, mulai dari pola titik-titik, garis, atau tambalan di permukaan atas yang membuat mereka semakin menyerupai lingkungan sekitarnya.

Biji dan tanaman Lithops telah banyak dijual secara bebas. Lithops biasanya ditanam di dalam rumah sebagai koleksi tanaman hias. Tanaman ini pun mudah untuk ditumbuhkan, hanya memerlukan cahaya matahari yang cukup dan tanah yang berdrainase baik. Kelebihan air akan membuat tanaman ini mati.

Lithops yang digunakan sebagai tanaman hias. Sumber Gambar : Sublime Succulents