Bentuk Hidung Manusia Dipengaruhi Oleh Iklim

Edison 9955 kali gagal menemukan lampu pijar yang menyala. Jika ia berhenti di percobaan ke 9956, mungkin sekarang kita tidak akan punya lampu.
Tulisan dari Lampu Edison tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Karena udara yang masuk di berbagai wilayah juga memiliki kondisi yang berbeda-beda
Hidung dan rongga hidung memiliki fungsi untuk menyaring dan mengalirkan udara sebelum sampai ke sistem pernapasan akhir. Maka kemudian wilayah dan iklim tempat tinggal kita ikut mempengaruhi bagaimana bentuk hidung yang sesuai dengan kondisi tersebut. Berdasarkan penelitian yang mengevaluasi berbagai bentuk hidung dari partisipan dengan latar belakang geografis tertentu. Di antara masyarakat Asia Selatan, Asia Timur, Afrika Barat, dan Eropa, diketahui bahwa lubang dan cuping hidung antara masyarakat di Asia Selatan, Asia Timur, dan Afrika Barat cenderung memiliki lubang dan cuping hidung yang lebih lebar dibanding masyarakat Eropa. Masyarakat Asia Timur umumnya memiliki hidung paling kecil, namun cenderung lebih besar pada tonjolan ujung hidung dibanding masyarakat Eropa bagian Utara. Penelitian juga menyebutkan jika iklim, suhu, dan kelembapan udara mempengaruhi lebar lubang hidung. Masyarakat yang tinggal di daerah yang dingin dengan iklim yang kering memiliki lubang hidung yang sempit, sementara masyarakat di daerah lebih panas dan lembab berlubang hidung cukup lebar. Bagi masyarakat yang melakukan perpindahan anatomi hidung juga nantinya akan menyesuaikan di mana mereka tinggal.

Sumber gambar: https://health.clevelandclinic.org/
