Konten dari Pengguna

Beracun tapi dikonsumsi: Biji-bijian asli Timur Tengah

Lampu Edison
Edison 9955 kali gagal menemukan lampu pijar yang menyala. Jika ia berhenti di percobaan ke 9956, mungkin sekarang kita tidak akan punya lampu.
10 November 2017 12:09 WIB
clock
Diperbarui 14 Maret 2019 21:14 WIB
comment
1
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Tulisan dari Lampu Edison tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
ADVERTISEMENT
Di balik tingginya muatan antioksidan
Almond seringkali dianggap sebagai kelompok kacang-kacangan, meski sebenarnya merupakan biji dari pohon almond. Terdapat dua jenis biji almond yang banyak dikenal masyarakat, yaitu sweet almond dan bitter almond. Di antara dua jenis almond tersebut, bitter almond meskipun memiliki rasa yang pahit, memiliki spesifikasi yang menonjol. Pada bitter almond mengandung 50% minyak lebih banyak dibanding sweet almond. Bitter almond juga memiliki aroma yang lebih kuat dan yang paling banyak dicari di berbagai negara. Meski demikian, bitter almond juga memiliki kandungan sianida 42 kali lebih tinggi dibanding sweet almond. Hal ini menggambarkan adanya efek racun bila mengonsumsi bitter almond yang masih mentah. Pada orang dewasa, mungkin efek racun sianida baru akan muncul bila mengonsumsi lebih dari 50 biji almond dalam sehari. Akan tetapi, pada anak-anak mengonsumsi 5-10 biji bitter almond saja sudah dapat menimbulkan dampak yang cukup fatal. Untuk meminimalisir atau menghilangkan dampak tersebut, pemrosesan dengan dipanaskan menjadi cara yang cukup tepat dilakukan sehingga baik racun maupun bakteri dapat hilang.
Beracun tapi dikonsumsi: Biji-bijian asli Timur Tengah
zoom-in-whitePerbesar
Sumber gambar: https://www.healthline.com/
ADVERTISEMENT