Beracun tapi dikonsumsi: Solanum tuberosum

Edison 9955 kali gagal menemukan lampu pijar yang menyala. Jika ia berhenti di percobaan ke 9956, mungkin sekarang kita tidak akan punya lampu.
Tulisan dari Lampu Edison tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Salah satu bahan pokok pengganti nasi
Masih berada dalam satu kelompok yang sama dengan tomat, ternyata kentang juga mengandung jenis-jenis Glycoalkaloid, seperti solanin dan chaconine. Kandungan ini umumnya terdapat pada daun, batang, bakal umbi, hingga buah. Pada dasarnya glycoalkaloid tersebut berfungsi untuk melindungi tanaman dari predator, sehingga kandungan glycoalkaloid paling besar dimiliki oleh bunganya dan yang terendah pada umbinya. Namun paparan cahaya, kerusakan fisik, dan usia kentang dapat meningkatkan glycoalkaloid pada umbi kentang. Konsentrasi glycoalkaloid pada kentang liar mampu memproduksi racun yang berdampak pada manusia. Sama halnya dengan tomat, glycoalkaloid pada kentang juga dapat menimbulkan dampak seperti sakit kepala, diare, kram perut, dan dalam kandungan yang tinggi dapat menyebabkan koma dan kematian. Kasus kematian akibat kentang sendiri biasanya terjadi akibat mengonsumsi kentang yang masih berwarna hijau atau meminum teh dari daun kentang. Melakukan pemanasan pada kentang akan mampu menghilangkan dampak dari racun glycoalkaloid.

Sumber gambar: https://www.medicalnewstoday.com/
