kumparan
17 Apr 2019 22:57 WIB

Berbagai Sejarah Unik tentang Kopi

Dahulu, kopi ditemukan secara tidak sengaja. Kini, kopi telah menjadi bagian yang sangat penting dari keseharian kita.
ADVERTISEMENT
Sejarah Penemuan Kopi
Banyak sejarah mengenai kopi tanpa diketahui pasti yang mana yang paling benar. Tetapi banyak sumber menjelaskan bahwa kopi adalah tanaman yang tumbuh liar di Caffa Ethiopia dan ditemukan kegunaannya lebih dari 1000 tahun yang lalu oleh seorang pengembala bernama Kaldi yang melihat domba-dombanya biasa memakan biji bijian liar. Diceritakan bahwa domba-domba yang memakan biji bijian liar tersebut menjadi sangat enerjik. Karena rasa ingin tahu, maka pengembala pun mencoba memakan biji yang sama dan merasakan efek boost energy yang cukup kuat. Biksu-biksu awalnya memarahi Kaldi karena khawatir akan efek hiperaktif yang ditimbulkan kopi. Namun, setelah mencobanya sendiri, biksu-biksu itu kemudian mampu terjaga lebih lama untuk beribadah.
Setelah itu, kopi menjadi komoditas monopoli utama Ethiopia dan dengan cepat kemudian tersebar di seluruh penjuru Afrika. Pada tahun 1300 an, Yaman menjadi sentral tempat penanaman kopi. Masyarakat Arab menyebut kopi sebagai Kaveh Kanes.
ADVERTISEMENT
Di abad ke 15, Mekah menjadi versi tua dari Seattle yang sekarang. Banyak orang duduk-duduk sambil main catur dan sambil mengobrol tentang politik. Kedai kopi menjadi tempat yang penting untuk berdiskusi sehingga orang-orang menyebutnya sebagai “Sekolah kebijaksanaan.” Kopi memiliki efek yang sama di Eropa setelah dibawa ke Eropa pada tahun 1600 an. Parisian duduk-duduk di kedai mencelup croissant dan baguette mereka ke dalam kopi sambil memperbincangkan berbagai hal.
Bagaimana Kopi Tersebar di Seluruh Dunia?
Negara-negara Arab tetap memonopoli kopi hingga berabad-abad kemudian dengan hanya mengekspor biji kopi yang tidak subur agar tidak bisa tumbuh ketika ditanam. Para pecinta kafein di seluruh dunia mengalami kesulitan karena harga kopi yang relatif mahal namun mereka tidak bisa menumbuhkan sendiri tanaman tersebut. Akhirnya monopoli berakhir saat penjelajah dari India dan Belanda berhasil menyelundupkan biji kopi dan menanamnya di negara mereka masing-masing. Penyelundupan ini kemudian diikuti oleh orang Prancis. Selanjutnya, kopi menyebar di seluruh dunia di negara-negara yang dijajah bangsa Eropa seperti Jamaika, Indonesia, Brazil, dan juga Hawai.
ADVERTISEMENT
Kopi Pernah Dilarang Beredar karena Memacu Kritik pada Pemerintah
Kopi sempat dilarang beredar di beberapa tempat karena memacu pemikiran yang dianggap radikal dan mengancam pemerintahan dan juga beberapa alasan lain :
Mekah : Kopi dilarang di Mekkah pada 1511. Meskipun begitu orang-orang tetap meminum kopi. Bahkan kaum sufi rutin meminum kopi agar bisa tetap terjaga untuk beribadah.
Italia : Ketika kopi pertama kali sampai di Eropa, beberapa pemuka agama mengklaim bahwa kopi merupakan pengaruh satanik karena efek energy booster nya yang tidak wajar. Namun, Pope Clement VIII mencobanya dan menyatakan bahwa rasanya sangat lezat. Pope Clement bahkan meyakinkan para pemuka agama bahwa kopi harus dibaptis.
Konstatinopel : Daerah ini kini disebut Turki. Raja Murad IV pernah melarang kopi dan memberikan hukuman pukul bagi peminumnya. Selain itu, orang tersebut akan dimasukkan ke dalam karung dan dilempar ke selat Bosporus.
ADVERTISEMENT
Swedia : Di Swedia, menariknya kopi pernah menjadi cara menghukum mati para narapidana dan dilarang bagi orang biasa. Dokter diperintahkan untuk menghitung berapa liter kopi yang dibutuhkan untuk menghukum mati narapidana.
Prusia : Frederick the Great dari Prussia pernah melarang kopi karena konsumsi kopi mengalahkan bir sehingga menurunkan produksi bir negara.
Menariknya, meskipun pernah dilarang untuk dikonsumsi karena dikhawatirkan menyaingi bir, pada tahun 1920, alkohol juga sempat dilarang di Amerika Serikat sehingga penjualan kopi naik menjadi 70%. Kemudian kopi menjadi semakin populer dengan penemuan mesin espresso di Italia oleh Achilles Gaggia. Dia menamai kopi yang dihasilkan mesin itu dengan nama Capuccino karena warnanya yang menyerupai jubah para pastor Capuchin di gereja Katolik. Mulai dari tahun 1995 hingga tahun 2000, penjualan kopi naik menjadi 700%. Ironisnya, seiring dengan kesuksesan toko-toko kopi ternama, keuntungan bagi para petani kopi semakin rendah seiring dengan banyaknya persaingan di wilayah Asia dan juga praktek pembelian yang menganut sistem predator.
ADVERTISEMENT
Sumber : livescience, talkaboutcoffee.com, mentalfloss.com
Iulustrasi biji kopi. Sumber Gambar : Pixabay
Tulisan ini adalah kiriman dari user, isi tulisan ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan