Berpegangan Tangan sebagai Sarana Pengobatan

Edison 9955 kali gagal menemukan lampu pijar yang menyala. Jika ia berhenti di percobaan ke 9956, mungkin sekarang kita tidak akan punya lampu.
Tulisan dari Lampu Edison tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Menurut penelitian yang diterbitkan dalam Proceedings of the National Academy of Sciences pada Februari 2018, peneliti di University of Haifa-Israel, telah menemukan solusi bagi pasangan yang mengalami penyakit kronis.
Penelitian tersebut menyatakan berpegangan tangan memiliki kekuatan untuk mentransfer empati dan meredakan rasa sakit. Tim peneliti melakukan eksperimen dengan melibatkan 23 pasangan romantis heteroseksual.
Sang wanita diperlakukan sebagai “penerima sakit,” yaitu dengan diberi stimulus rasa sakit melalui rekaman Elektroensefalogram (EEG), serta di bawah beberapa kondisinya:
Sendirian (tanpa pasangan)
Bersama pasangan, tapi tanpa adanya kontak fisik.
Berpegangan dengan pasangannya yang bertindak sebagai pengamat saat menerima stimulus rasa sakit.
Berpegangan tangan dengan orang asing.
Pada kondisi ketiga, karena ada sentuhan dari pasangan, memunculkan pengalaman berkurangnya rasa sakit. Dari hasil ini dapat terlihat penyatuan antarotak melalui tindakan berpegangan tangan saat sakit memiliki efek analgesik dan menenangkan, layaknya sentuhan antarkulit yang sangat bermanfaat bagi bayi yang terlahir prematur.
Dalam perkembangannya, sentuhan interpersonal dapat membantu mengatur respons terhadap stres, meningkatkan kepercayaan, dan kesejahteraan secara emosional.
