Bisakah Mengubah Logam Menjadi Emas?

Edison 9955 kali gagal menemukan lampu pijar yang menyala. Jika ia berhenti di percobaan ke 9956, mungkin sekarang kita tidak akan punya lampu.
Tulisan dari Lampu Edison tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Bisa. Bagaimana ya caranya?
Emas sebenarnya terbentuk karena ledakan bintang-bintang yang dinamakan supernova.
Pada zaman dahulu, alkemis mencoba menciptakan emas dari logam murahan. Namun, usaha itu tidak berhasil. Teknologi yang ada saat ini memungkinkan untuk mengubah logam murahan menjadi emas.
Emas sendiri mulanya ‘dimasak’ di ruang angkasa berasal dari serpihan debu dari ledakan bintang. Bintang terdiri atas gas yang paling sederhana yaitu Helium. Seiring dengan waktu, gaya gravitasi yang terjadi oleh benda-benda di sekitar bintang menyebabkan terjadinya proses fusi nuklir pada bintang. Proses ini menyebabkan pelepasan energi dari atom-atom hidrogen, membuat bintang bisa bersinar. Setelah jutaan tahun, fusi nuklir menyebabkan atom-atom helium berubah menjadi atom dengan berat yang lebih besar seperti oksigen, nikel dan bahkan besi. Karena menjadi lebih berat, tekanan pada bintang membesar dan menyebabkan ledakan supernova.
Energi ledakan supernova ini sangat besar, menyebabkan proton menyatu dengan elektron membentuk neutron. Neutron yang tidak memiliki muatan dapat dengan mudah ditangkap oleh molekul besi. Berdasarkan banyaknya neutron yang ditangkap, besi bisa bertransformasi menjadi perak, emas, dan bahkan uranium. Serpihan emas perak dan logam-logam lain ini kemudian menjadi seperti debu yang berterbangan di ruang angkasa. Beberapa membentuk planet. Beberapa terhambur ke planet-planet yang sudah ada, termasuk bumi. Sering dengan waktu karena perubahan cuaca dan suhu, emas terkubur jauh di dalam perut bumi.
Lalu bagaimana cara mengubah emas dari logam biasa? Dengan menggunakan sebuah alat yang dinamakan particle accelerator, prinsip kerjanya adalah dengan meniru reaksi nuklir yang terjadi pada bintang. Namun, alat ini mengubah emas secara sangat perlahan, dari atom ke atom. Jadi akan butuh waktu sampai kira-kira kiamat untuk menghasilkan 1 gram emas. Jadi nampaknya ini bukan solusi yang efektif.
Solusi lainnya adalah dengan menambang emas di laut. Karena laut diperkirakan mengandung sekitar 20 ton emas. Tetapi dengan teknologi yang ada saat ini, menambang emas di laut sangat sulit karena butiran-butiran emas terbawa aliran air sehingga yang bisa tertangkap dalam sekali waktu jumlahnya sangat sedikit.
Sumber : TED-Ed
Sumber Gambar : scientificamerican.com
