kumparan
6 Mei 2019 18:42

Buah, Sayur, dan Kacang yang Merupakan Buatan Manusia (1)

Beberapa jenis buah-buahan, sayur-sayuran, dan kacang-kacangan yang kita makan di zaman ini ternyata tidak lahir begitu saja di alam. Beberapa dari mereka ternyata jenis hibrida yang dibuat oleh manusia melalui pembiakan selektif. Apa saja makanan-makanan tersebut?
ADVERTISEMENT
Kubis, Brokoli, dan Sawi
Cabbage_(3741604131).jpg
Kubis. Sumber gambar: Wikimedia Commons.
Kubis, brokoli, sawi, kembang kol, dan sayur-sayuran lainnya awalnya merupakan satu spesies tumbuhan yang sama yaitu Brassica oleracea yang dikenal dengan mustard liar yang masih dapat dijumpai sampai sekarang.
Sekitar 2500 tahun yang lalu, mustard liar hanya tumbuh di sebagian Eropa dan Mediterrania. Rasa tanamanan ini berbeda-beda tergantung dimana lokasi tumbuhnya. Bangsa Romawi dan Yunani kuno pun menyadari bahwa mustard liar dapat dijinakkan dan dijadikan makanan. Ketika mereka menanami benih mustard liar yang memiliki daun yang lebar saja, hasilnya menjadi sayuran yang kita kenal dengan sawi.
Pembiakan selektif terus berlanjut sampai tahun 1600an. Ketika manusia hanya menanam mustard liar yang memiliki kuncup daun yang besar, hasilnya menjadi kubis. Sementara mustard liar yang diambil karena bunganya yang besar, hasilnya menjadi brokoli, dan lain sebagainya.
ADVERTISEMENT
Karena pembiakan yang selektif, tanaman-tanaman tersebut memiliki jalur evolusinya sendiri dan menjadi spesies yang berbeda dengan mustard liar dan dengan satu sama lain.
Jeruk
Orange-Fruit-Pieces.jpg
Jeruk. Sumber gambar: Wikimedia Commons.
Ada banyak varietas jeruk saat ini. Meskipun begitu, setiap varietas jeruk yang ada memiliki satu nenek moyang yang sama yaitu pomelo dan mandarin yang dikawinsilangkan. Pomelo memiliki rasa yang pahit seperti jeruk bali, sementara mandarin rasanya manis. Karena warna mandarin yang oranye, banyak yang salah mengira bahwa buah tersebut adalah salah satu jenis jeruk. Padahal mandarin adalah nenek moyang dari jeruk.
Tidak terlalu jelas bagaimana sejarah munculnya jeruk. Salah satu teori mengatakan bahwa jeruk pertama kali muncul di China bagian selatan. Selama bertahun-tahun, manusia melakukan pembiakan selektif untuk menciptakan jeruk yang kita punya sekarang.
ADVERTISEMENT
Kacang Tanah
ARS_peanuts.jpg
Kacang tanah. Sumber gambar: Wikimedia Commons.
Kacang tanah yang kita punya sekarang merupakan hasil persilangan dua jenis kacang tanah yang lebih tua yaitu Arachis ipaensis dan Arachis duranensis. Arachis ipaensis tumbuh di Bolivia sementara Arachis duranensis tumbuh di lembah Andean antara Bolivia dan Argentina.
Kedua jenis kacang tersebut tumbuh terlalu jauh sehingga mereka tidak bisa melakukan perkawinan secara alami sendiri. Para peneliti menemukan bahwa penduduk mula-mula di Amerika Selatan membawa Arachis duranensis dari lembah Andean ke daerah yang sekarang menjadi bagian dari Bolivia sekitar 10.000 tahun yang lalu. Namun, saat itu mereka tidak sadar akan potensi dari kedua spesies kacang tersebut. Meskipun manusia yang membawa kedua tanaman tersebut mendekat, lebahlah yang melakukan penyerbukan. Hasilnya adalah kacang tanah yang kita bisa nikmati saat ini.
ADVERTISEMENT
Pisang
Bananas.jpg
Pisang. Sumber gambar: Wikimedia Commons.
Pisang yang kita punya sekarang adalah hibrida buatan manusia yang berasal dari spesies liar Musa acuminata dan Musa balbisiana. Musa acuminata memiliki banyak daging di dalamnya tapi rasanya tidak terlalu nikmat. Sementara Musa balbisiana memiliki rasa yang enak tapi memiliki terlalu banyak biji di dalamnya.
Kedua spesies pisang tua tersebut mengalami perkawinan silang secara alami di hutan daerah Asia selatan. Namun hasil yang diperoleh dari perkawinan silang tersebut adalah steril yang artinya spesies yang baru tersebut tidak bisa berkembang biak lagi secara alami. Sekitar 10.000 tahun yang lalu, manusia pada zaman itu menemukan pisang hibrida tersebut. Mereka berhasil mengetahui bahwa mereka dapat menanam kembali tunasnya dan menghasilkan pohon yang baru. Mereka juga melakukan pembiakan selektif dan hanya menanam pisang yang mereka inginkan. Hasilnya adalah pisang yang kita miliki sekarang.
ADVERTISEMENT
Meskipun kita berhasil membuat pisang, namun kita tidak berhasil mengetahui bagaimana caranya menanam pisang dengan menggunakan benihnya. Sehingga, pisang akan punah jika kita berhenti menanam tumbuhan ini. Tidak adanya benih juga membuat pisang memiliki kondisi genetik yang sama karena mereka dibiakkan dari tunas pohon yang lain. Artinya, jika ada satu saja penyakit mematikan yang menyerang pisang, semua pisang di dunia dapat musnah dari muka bumi ini.
Tulisan ini adalah kiriman dari user, isi tulisan ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan