Konten dari Pengguna

Burung Unta Tidak Menyembunyikan Kepalanya Ketika Ada Musuh

Lampu Edison

Lampu Edison

Edison 9955 kali gagal menemukan lampu pijar yang menyala. Jika ia berhenti di percobaan ke 9956, mungkin sekarang kita tidak akan punya lampu.

clock
comment
1
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Lampu Edison tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Kamu sering lihat di film kartun kalau burung unta suka menyembunyikan kepalanya ketika ada musuh? Itu bohong!

Burung unta adalah burung terbesar di dunia namun memiliki kepala yang kecil. Seringkali kita melihat dalam kartun komedi kalau burung unta suka menyembunyikan kepalanya ketika ada musuh. Seolah-olah mereka aman karena mereka tidak bisa melihat musuhnya. Namun, burung unta lupa jika mereka memiliki badan yang sangat besar, sehingga tidak bisa melihat musuh bukan berarti tidak bisa dilihat musuh. Akhirnya, mereka tertangkap juga.

Tapi itu semua tidak benar dan hanya ada di film. Nyatanya, burung unta adalah binatang berkaki dua tercepat dengan kecepatan lari mencapai 72 km/jam dan selama lebih dari 30 menit ia mampu bertahan berlari dengan kecepatan 48 km/jam. Burung unta juga memiliki kemampuan bermanuver yang baik ketika sedang berlari cepat. Jadi ketika hidupnya dalam bahaya, burung unta akan berlari, bukan bersembunyi.

Namun, jika ia dalam kondisi tidak bisa berlari, burung unta akan pura-pura mati. Atau jika terpaksa ia akan melawan dengan menendang musuhnya. Dengan satu kali tendangan, burung unta bisa membunuh manusia bahkan seekor singa dewasa. Pendengaran dan penglihatannya yang sangat baik juga mampu membuat burung unta kabur dari predatornya sebelum predatornya melihat burung unta.

Jika seandainya kita melihat burung unta sedang menyembunyikan kepalanya di dalam pasir, sebenarnya burung unta sedang menggali lubang untuk telurnya atau sedang membolak-balikkan telurnya. Hal ini membuat seolah-olah burung unta terlihat sedang menyembunyikan kepalanya.

Wah, ternyata burung unta bukan hewan yang bodoh ya.

Sumber gambar: Why the hell would you care.