Cara Astronot di Stasiun Ruang Angkasa Berkomunikasi

Edison 9955 kali gagal menemukan lampu pijar yang menyala. Jika ia berhenti di percobaan ke 9956, mungkin sekarang kita tidak akan punya lampu.
Tulisan dari Lampu Edison tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Sebagaimana yang kita tahu atmosfer udara menjadi media rambat bunyi. Di ruang angkasa tidak ada atmosfer!
Bahasa Resmi yang Digunakan
Salah satu dari kita mungkin memiliki hobi star gazing yaitu melihat bintang. Stasiun ruang angkasa atau yang dalam bahasa Inggris dikenal dengan sebutan International Space Station (ISS) kadang dapat dilihat dengan mata telanjang stargazer. Stasiun ruang angkasa adalah satelit buatan manusia yang paling besar dan paling mahal yang pernah dibuat. Kalian bisa membayangkan tempat ini adalah tempat berkumpulnya astronot dari berbagai belahan dunia. Maka tentu saja bahasanya juga beragam. Namun, telah disepakati bahwa bahasa resmi yang digunakan adalah Bahasa Inggris dan Bahasa Rusia. Walaupun perang dingin antara Rusia dan Amerika Serikat telah berakhir, Rusia mendapatkan privileged agar bahasanya digunakan karena Rusia adalah satu-satunya negara yang memiliki roket untuk dapat mengantar astronot ke stasiun ruang angkasa. Oleh karena itulah semisal jika ada seorang astronot dari Jepang, maka ia wajib belajar dua bahasa yaitu Inggris dan Rusia, karena beberapa manual dalam pesawat launcher menggunakan bahasa Rusia.
Berjalan di luar Stasiun Ruang Angkasa
Terkadang astronot juga perlu melangkah keluar dari Stasiun ruang angkasa untuk mengerjakan beberapa tugas. Menjaga komunikasi saat melakukan ini teramat penting. Jika kalian pernah menonton film gravity, mungkin tugas semacam ini akan jadi nampak mengerikan. Karena orang bilang “Di ruang angkasa, tidak ada yang bisa mendengar kita berteriak.” Kata-kata ini ada benarnya karena tidak adanya lapisan atmosfer. Dari pelajaran fisika dasar kita tahu bahwa gelombang suara merambat di medium udara. Jika tidak ada udara, maka gelombang suara tidak dapat merambat. Namun, satu hal yang penting untuk dicatat, walau gelombang suara tidak dapat merambat tanpa medium penghantar, gelombang elektromagnetik bisa! Helm yang digunakan oleh astronot dilengkapi sistem transmitter yang bisa mengubah gelombang suara menjadi gelombang radio yang termasuk dalam kategori gelombang elektromagnetik. Sistem ini dinamakan Communications Carrier Assembly (CCA), atau juga disebut dengan "Snoopy Cap". Cap atau penutup kepala ini terbuat dari kain yang dilengkapi dua mikrofon di telinga untuk mendengar, dan di mulut untuk berbicara. Cap ini dikenakan tepat di bawah helm. Berkat adanya sistem ini, astronot masih bisa berkomunikasi dengan sesamanya.
Komunikasi dengan Orang-Orang di Bumi
Belakangan ada kenaikan jumlah debris (pecahan benda-benda angkasa) yang dikhawatirkan bisa bertabrakan dengan stasiun ruang angkasa. Karena resiko ini, maka sebanyak 7 tracking satelit atau satelit pengumpul data dari ISS telah diinstal di sekitar orbit bumi selama 20 tahun terakhir. Dengan adanya satelit-satelit tersebut, orang-orang di stasiun ruang angkasa mampu berkomunikasi dengan bumi sepanjang waktu.
Jika kita di bumi ingin mencoba berkomunikasi dengan astronot di stasiun ruang angkasa, hal ini sangat mungkin dilakukan dengan menggunakan gelombang radio seperti yang telah disebutkan di atas.
Saat ini, banyak sekali amatir radio yang tertarik terhadap perjalanan ruang angkasa. Maka Stasiun ruang angkasa resmi me-launching kesempatan agar anak-anak dan dewasa yang tertarik pada perjalanan ruang angkasa agar bisa berbicara dengan astronot di stasiun ruang angkasa dari bumi. Satu hal yang perlu dicatat adalah, stasiun ruang angkasa bergerak dengan kecepatan 5 mil/detik. Ini berarti komunikasi hanya dapat dilakukan saat stasiun ruang angkasa berada di range gelombang radio yang mungkin hanya 10 menit.
Komunikasi dalam bentuk lain
Selain bentuk komunikasi melalui radio seperti yang telah disebutkan di atas, menariknya astronot selalu menemukan beragam cara untuk bisa berkomunikasi dengan orang di bumi atau dengan sesama astronot di ruang angkasa. Mereka memanfaatkan alat yang belum sempurna hingga peralatan paling mutakhir. Celah ini menyisakan peluang kerjasama antar negara untuk merancang teknologi yang lebih mutakhir untuk menunjang komunikasi astronot. Wevoice.inc saat ini bekerja sama dengan University of Pittsburg untuk mengembangkan sistem komunikasi teleconference berbasis microarray yang biasa digunakan untuk berkomunikasi di ruang operasi rumah sakit.
Sumber : https://www.scienceabc.com/nature/universe/how-do-people-communicate-on-the-iss.html
https://www.nasa.gov/topics/moonmars/features/hatsman.html
