Cara Loris Mempertahankan Diri

Edison 9955 kali gagal menemukan lampu pijar yang menyala. Jika ia berhenti di percobaan ke 9956, mungkin sekarang kita tidak akan punya lampu.
Tulisan dari Lampu Edison tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Loris adalah hewan primata yang ditemukan hidup di dalam hutan hujan tropis di Asia Tenggara, termasuk Indonesia. Hewan ini aktif di malam hari dengan panjang sekitar 35 sentimeter dan memakan hewan yang lebih kecil dari tubuhnya. Loris juga dikenal sebagai primata yang sangat lambat sehingga membuat mereka sangat rentan tertangkap oleh predatornya.
Meskipun begitu, loris memiliki kemampuan mempertahakan diri yang unik. Mereka memiliki kelenjar beracun di sikunya. Loris akan membuat dirinya seolah-olah tidak enak disantap dengan menjilat sikunya dan menyebarkan racun ke seluruh tubuhnya. Loris betina juga akan menyebarkan racun ke tubuh anak-anaknya sebelum ia pergi berburu. Karena racun tersebut masuk ke dalam mulut mereka, gigitan loris pun jadi beracun pula.Dan jika gigitannya cukup dalam, yang digigit akan merasa kesakitan yang sangat dan mengalami pembengkakan.
Pada umumnya, racun loris sendiri tidak akan membuat manusia mati. Namun, pernah dilaporkan bahwa racun ini dapat menyebabkan syok anafilaksis yang kemudian berakibat kematian pada manusia. Bukan racunnya yang mematikan, tapi syoknya.

Sumber gambar: National Geographic.
