Konten dari Pengguna

Cerita tentang Mars: Awal Mula Terlihat hingga Kisah Menarik Lainnya

Lampu Edison

Lampu Edison

Edison 9955 kali gagal menemukan lampu pijar yang menyala. Jika ia berhenti di percobaan ke 9956, mungkin sekarang kita tidak akan punya lampu.

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Lampu Edison tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Mars, Land, Planet, Cosmos, Stars | pixabay.com
zoom-in-whitePerbesar
Mars, Land, Planet, Cosmos, Stars | pixabay.com

Kapan pertama kalinya Mars terlihat?

Pada awalnya, bangsa Sumeria kuno cukup percaya bahwa Mars adalah Nergal--Dewa Perang dan Wabah. Keberadaan Mars sebagai suatu objek di langit mulai direkam oleh para astronom Mesir kuno, tetapi keberadaannya tetap masih belum bisa dilihat dengan jelas.

Pada masa Kekaisaran Neo-Babilonia, para astronom Babilonia membuat catatan reguler tentang posisi planet-planet yang mengitari tempat mereka berpijak dan melakukan pengamatan sistematis terhadap perilaku yang sering berubah tersebut. Pada abad ke-4 Sebelum Masehi, Aristoteles pernah mencatat bahwa Mars menghilang di balik Bulan pada kesempatan tertentu, artinya planet itu lebih jauh dari yang diperkirakan.

Space, Galaxies, Mars, Stars, Terra | pixabay.com

Masuk ke era di mana teleskop mulai tersedia, paralaks harian Mars kembali diukur untuk menentukan jarak Matahari-Bumi. Hal ini pertama kali dilakukan oleh Giovanni Domenico Cassini pada tahun 1672. Pada tahun 1610, Mars akhirnya secara resmi dapat terlihat. Galileo Galilei-lah yang melihatnya lewat teleskop kala itu.

Barulah setelah itu, astronom asal Belanda, Christiaan Huygens, menjadi orang pertama yang menggambar peta Mars, dan pekerjaannya masih diteruskan sampai saat ini. Bahkan penelitian tentang planet yang disebut-sebut sebagai kembaran bumi itu sudah memasuki fase tentang bagaimana manusia dapat tinggal di planet yang diyakini bisa menjadi tempat baru untuk manusia.

Planet Mars pernah memiliki tampungan air lebih banyak dari Samudera Atlantik

Hal ini juga yang dijelaskan oleh para ilmuwan NASA dengan mengukur tanda air pada atmosfer Planet Mars. Perkiraannya mungkin sekitar 4,3 miliar tahun lalu. Mars diperkirakan memiliki cukup air untuk menutupi seluruh permukaannya dengan kedalaman sekitar 137 meter.

Air itu dapat membentuk suatu lautan yang menutupi hampir separuh belahan utara permukaan Mars. Bahkan di beberapa wilayah yang mencapai kedalaman lebih dari 1,6 kilometer.

watery mars | wikimedia.org

Perkiraan baru ini muncul berdasarkan pengamatan mendetail pada observatorium di W.M. Keck Observatory dan NASA Infrared Telescope Facility yang terletak di Hawaii. Dengan instrumen dan alat yang kuat, para peneliti mulai dapat membedakan tanda-tanda kimia dari perbedaan yang terjadi di atmosfer planet Mars.

Salah satu yang menjadi tolak ukur adalah H2O, dengan tambahan lainnya adalah HDO, variasi yang terjadi secara alami di mana satu hidrogen digantikan oleh bentuk lain yang lebih berat.

Berdasarkan permukaan Mars yang ada saat ini, lokasi yang mungkin untuk air tertampung dalam jumlah banyak adalah di dataran Utara Mars. Sebab, wilayah itu dianggap sebagai dataran rendah yang mungkin menampung air dalam jumlah banyak.

Peneliti memperkirakan lautan purba yang terbentuk di sana akan mampu menutupi 19 persen permukaan planet. Samudera Atlantik sendiri menempati 17 persen permukaan Bumi. Lalu, apakah kebenaran planet ini pernah memiliki air di permukaannya masih perlu dipertanyakan?

Mengirim surat ke Planet Mars

Dengan perkembangan teknologi masa kini, berapakah biaya yang diperlukan untuk melakukan hal tersebut? Pertanyaan ini belum pernah ditanyakan sebelumnya oleh siapa pun sampai pada akhirnya seorang anak lima tahun dari Lancashire menanyakan hal menarik ini.

letter to mars | wikimedia.org

Oliver namanya. Bocah yang bermimpi menjadi astronot ini menulis surat kepada Royal Mail. Dia menanyakan berapa banyak biaya yang harus dikeluarkan jika ingin mengirim kartu Natal ke planet merah (Mars). Hal yang cukup mengejutkan adalah pertanyaan anak lima tahun ini pun akhirnya dijawab oleh seorang staf dari NASA.

Dengan bantuan Nasa Kennedy Space Center di Florida, pertanyaan ini pun tidak lagi menjadi misteri bagi Oliver. Staf tersebut mengatakan kepada Oliver bahwa surat dengan berat "normal" akan menghabiskan biaya sekitar Rp 226 juta untuk mengirimkannya dengan jarak 567 juta kilometer dari Bumi ke Mars dan kembali lagi ke Bumi.

Tentu, jika asumsinya ada seseorang yang tinggal di Mars dan bisa membalas surat itu kembali ke Bumi. Hal yang menjadi sangat mungkin jika suatu saat spaceX dan Blue Origin mampu membuat koloni kehidupan di planet tersebut!