4 Cara Dingin Tanpa Pendingin Udara

Edison 9955 kali gagal menemukan lampu pijar yang menyala. Jika ia berhenti di percobaan ke 9956, mungkin sekarang kita tidak akan punya lampu.
Tulisan dari Lampu Edison tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Real Estate Architecture Home | pixabay.com
Air Conditioner atau AC merupakan teknologi yang sudah digunakan di berbagai tempat di belahan dunia dan menjadi kebutuhan yang tidak dapat kita pisahkan dari modernisasi yang selama ini berlangsung.
Sebelum adanya AC, ternyata ada beberapa penerapan konsep bangunan yang cukup unik yang bisa membuat ruangan tetap dingin walaupun tidak menggunakan AC. Konsep bangunan tersebut antara lain adalah:
1. Tinggal di Bawah Tanah

Cara ini dianggap sebagai cara tertua yang digunakan oleh nenek moyang kita, namun cukup efektif untuk membuat ruangan lebih dingin. Jika kita sering menonton TV terkait sejarah hidup nenek moyang kita maupun orang-orang yang tinggal di gua mungkin kita akan menyadari cara sederhana ini.
Ya, dingin tanpa AC bisa dilakukan dengan tinggal di bawah tanah dan cara ini ternyata telah digunakan ribuan tahun lamanya, baik pada zaman dahulu maupun masa kini. Namun, kini kehidupan tinggal di bawah tanah lebih untuk membuat bunker maupun gudang.
Akan tetapi, sadarkah kita bahwa hal tersebut membuat ruangan lebih dingin? Dengan kondisi tanah yang cukup terlindungi dari matahari dan sedikit lembab hal tersebut tentu sangat mungkin.
2. Permainan Dinding
Seberapa tebal dinding dapat dimanipulasi untuk bisa mendinginkan ruangan? Ternyata memainkan tebal dinding juga merupakan salah satu cara mudah untuk mendinginkan ruangan. Tebal dinding ini sendiri akan memperpanjang lama transfer panas dari luar dan melindungi bagian dalam ruangan.
Perbedaan material dinding akan membuat kondisi ruangan juga berbeda, dinding batu dipercaya sebagai salah satu material yang menjadi konduktor panas yang ampuh.
Selain itu, salah satu teknologi yang memainkan tebal dinding yang kita kenal antara lain adalah material insulasi Foam Spray Polyurethane. Teknologi ini banyak digunakan karena kemudahannya tanpa perlu membongkar struktur dan biasa digunakan untuk membendung panas dari atap.

House Park Green | pixabay.com
3. Plafon dan Sirkulasi Udara

Bangunan pada abad ke 17 hingga 19 biasanya memiliki konstruksi yang baik tanpa AC, namun kebiasaan ini telah ditinggalkan seiring berkembangnya teknologi. Ternyata hal paling mudah untuk dingin tanpa AC adalah mendesain bangunan dengan plafon maupun memberikan sirkulasi udara yang cukup.
Peninggian plafon merupakan salah contoh dari teori fisika konveksi udara. Pada umumnya jika ruangan mempunyai tinggi yang cukup maka panas akan berkumpul di atas dan membuat area bawahnya menjadi lebih dingin.
Ditambah dengan sirkulasi udara yang baik dengan mempertimbangkan arah angin masuk dan keluar, maka sirkulasi udara panas yang ada di dalam akan terganti dengan udara baru yang lebih dingin.
Pada abad lalu, biasanya teknologi sirkulasi udara ini juga dibantu dengan cerobong yang berguna untuk menghangatkan tubuh juga di musim dingin. Mudah bukan untuk dingin tanpa AC?
4. Membuat “Ruang” di Bawah dan Atas Rumah
Jika kalian pernah berkunjung ke Lawang Sewu di Semarang, tentu kalian akan terbayang dengan salah satu konsep bangunan ini. Ada satu bagian di Lawang Sewu yang memiliki ruang bawah tanah dan sering menjadi tempat yang dianggap angker bagi banyak orang.
Tempat tersebut dikabarkan dulunya adalah penjara walaupun sebagian orang kurang mempercayai hal tersebut. Ruang kosong yang sama juga ada di atap di mana menjadi penghias cantiknya arsitektur bangunan tersebut. Namun suatu hal yang pasti, ternyata ruangan tersebut dibentuk dan dibangun dengan tujuan tertentu, bukan hanya penghias bangunan.
Ya, ruang kosong di bawah dibangun agar lantai bangunan di atasnya. Selain itu, ruang kosong di bawah tersebut juga dibangun dengan tujuan untuk menampung air saat banjir tiba. Atap dengan ruang kosong di atas juga memiliki tujuan yang sama, dibangun agar panas dari matahari tidak langsung menghangatkan ruangan di atasnya sehingga ruang panas hanya akan terkumpul pada ruang kosong di atap tersebut.
