Konten dari Pengguna

Disleksia

Lampu Edison

Lampu Edison

Edison 9955 kali gagal menemukan lampu pijar yang menyala. Jika ia berhenti di percobaan ke 9956, mungkin sekarang kita tidak akan punya lampu.

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Lampu Edison tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Sumber gambar : Pixabay
zoom-in-whitePerbesar
Sumber gambar : Pixabay

Disleksia adalah sebuah gangguan dalam perkembangan baca-tulis. Ditandai dengan kesulitan belajar membaca dengan lancar dan kesulitan dalam memahami meskipun normal atau di atas rata-rata. Ini termasuk kesulitan dalam penerapan disiplin Ilmu Fonologi, kemampuan bahasa/pemahaman verbal. Diseleksia adalah kesulitan belajar yang paling umum dan gangguan membaca yang paling dikenal.

Penderita disleksia secara fisik tidak akan terlihat sebagai penderit. Disleksia tidak hanya terbatas pada ketidakmampuan seseorang untuk menyusun atau membaca kalimat dalam urutan terbalik tetapi juga dalam berbagai macam urutan, termasuk dari atas ke bawah, kiri dan kanan, dan sulit menerima perintah yang seharusnya dilanjutkan ke memori pada otak. Hal ini yang sering menyebabkan penderita disleksia dianggap tidak konsentrasi dalam beberapa hal. Dalam kasus lain, ditemukan pula bahwa penderita tidak dapat menjawab pertanyaan yang seperti uraian, panjang lebar.

Orang dengan disleksia perlu usaha keras setiap kali mereka membaca. Ketika kebanyakan orang berpikir tentang disleksia, mereka berpikir huruf-huruf dan kata-kata terlihat terbalik-balik, melihat "b" sebagai "d" and sebaliknya, atau mereka berpikir orang dengan disleksia melihat kata "saw" sebagai kata "was".

Faktanya adalah orang dengan disleksia melihat sesuatu dengan cara yang sama seperti orang lain. Disleksia disebabkan oleh masalah proses fonologis, jadi orang dengan kondisi ini tidak mempunyai kesulitan melihat bahasa tapi memanipulasi bahasa. Contohnya, jika kamu mendengar kata "cat" dan seseorang memintamu, "Hilangkan huruf c" kata apa yang akan tersisa? "At." Hal ini sulit bagi orang-orang yang berkondisi disleksia. Jika diberikan satu kata, seperti "fantastic," murid-murid dengan kondisi ini perlu memecahan kata itu menjadi beberapa bagian "fan," "tas," "tic." Waktu yang dihabiskan untuk menguraikan kata menyulitkan penderita mengikuti teman sebaya dan untuk mencapai pengertian yang cukup baik. Mengeja kata-kata secara fonetik, seperti "s-t-i-k" untuk "stick" dan "f-r-e-n-s" untuk "friends" juga sering ditemukan.

Kesulitan-kesulitan ini lebih luas dan bervariasi daripada yang diperkirakan. Disleksia memengaruhi 1 dari 5 orang. Ini terjadi di suatu kontinum. Seseorang mungkin hanya menderita disleksia ringan tapi orang selanjutnya dapat mempunyai kasus yang berat. Disleksia juga bawaan dari keturunan. Lumrah untuk melihat seorang anggota keluarga memiliki kesulitan mengeja dan seorang anggota keluarga lain juga memiliki kesulitan mengurai kata, meski hanya untuk kata satu silabus, seperti "catch." Kontinum dan distribusi disleksia menunjukan prinsip yang lebih luas jika kita melihat otak disleksia memproses bahasa.

Keanekaragaman neural adalah sebuah ide di mana otak manusia memiliki perbedaan dalam hal struktur dan fungsi, kita tak boleh terlalu cepat memberi label untuk setiap penyimpangan dari "norma" sebagai suatu penyakit atau menganggap orang yang mempunyai kondisi ini sebagai cacat. Orang-orang dengan variasi neurobiologis seperti disleksia, termasuk orang yang kreatif dan berdaya cipta seperti Picasso, Muhammad Ali, Whoopi Goldberg, Steven Spielberg, and Cher, jelas-jelas mempunyai kapasitas untuk menjadi hebat dan sukses. Ini adalah cara spesial otak dengan disleksia bekerja. Otak terbagi menjadi dua hemisfer. Otak kiri biasanya bertugas untuk bahasa dan juga membaca, di pihak lain, otak kanan menagani aktivitas spasial.

Studi fMRI menemukan otak dari orang dengan disleksia mengandalkan otak kanan dan lobus frontal dibandingkan dengan otak biasa. Ini artinya, ketika mereka membaca sebuah kata, informasi berjalan lebih jauh di otak mereka dan informasi dapat melambat di lobus frontal. Karena kesalahan neurobiologis, mereka lebih kesulitan membaca. Tapi mereka yang mempunyai disleksia dapat mengubah fisik otak mereka dan meningkatkan cara membaca dengan intervensi intensif yang mencangkup semua indra untuk memisahkan bagian-bagian bahasa dan mengajar pembaca untuk mengurai kode berdasarkan jenis suku kata dan kaidah mengeja. Otak disleksia mulai menggunakan hemisfer kiri dengan lebih efisien ketika membaca, dan kemampuan baca meningkat. Intervensi dapat berhasil karena intervensi menargetkan disleksia tepat sebagai cara kerja fungsi otak yang berbeda, dimana perbedaan alami juga didapati dari satu orang ke orang lainnya.

Keanekaragaman neural menegaskan spektrum ini dari fungsi otak di semua manusia dan ini menunjukan untuk mendapat pengertian yang baik dari orang-orang di sekitar kita, kita perlu mencoba melihat tidak hanya dari mata mereka tapi juga mengerti melalui otak mereka.