Pencarian populer
USER STORY
Embrio Ikan Hiu Saling Memakan di Dalam Rahim
7 Desember 2018 3:14 WIB
0
0

Ikan Hiu. (Gambar: Pixabay)
Bayi hewan mungkin tampak sangat menggemaskan, tetapi kenyataannya banyak dari mereka yang terhitung sebagai 'pembunuh'.
Menjadi pembunuh antar hewan yang berbeda jenis atau spesies merupakan hal biasa dalam dunia binatang, seperti yang terjadi antara harimau dan rusa, tetapi apa jadinya kalau aksi saling memangsa atau kanibal dilakukan antar satu spesies atau bahkan saudara kandung sendiri? Ini yang terjadi pada hiu.
Salah satu jenis hiu yang melakukan kanibalisme adalah Hiu Macan Pasir (Sand Tiger Shark). Hiu Macan Pasir merupakan salah satu jenis hiu yang dikenal dengan nama ilmiah Carcharias taurus.
Habitatnya di perairan subtropis dan beriklim. Sebagian besar Hiu Macan Pasir dapat ditemukan di perairan Jepang, Australia, Afrika Selatan, Mediterania, serta di pantai timur Amerika Utara dan Selatan.
Fenomena Kanibalisme yang dilakukan oleh Hiu Macan Pasir sudah diketahui sejak tahun 1980-an. Hiu Macan Pasir diketahui memakan saudara-saudaranya sendiri di dalam rahim, atau yang disebut intrauterine cannibalism.
Kanibalisme oleh hiu macan pasir dikenal juga dengan istilah adelphophagy, yang secara harfiah berarti "memakan saudara laki-laki". Hiu jenis lain juga melakukan aksi kanibalisme, tetapi dilakukan secara oophagy, yaitu dengan memakan telur yang belum dibuahi.
Walaupun hiu macan pasir memiliki dua uteri (uteri kiri dan kanan) dan menghasilkan banyak telur, tetapi biasanya bayi hiu yang dilahirkan hanya dua ekor, masing-masing satu dari setiap rahim. Hal ini terjadi karena ada persaingan yang terjadi antar embrio di dalam rahim hiu betina.
Ketika hiu macan pasir berkembang di dalam rahim induknya, biasanya embrio yang menetas pertama kali dari telur yang telah dienkapsulasi dan dibuahi akan tumbuh lebih cepat dan lebih besar daripada yang lain. Setelah embrio terbesar melewati ambang batas ukuran tertentu dan telah mengembangkan gigi embrio mereka (pada usia sekitar lima bulan dari 12 bulan kehamilan normal), mereka mulai memakan embrio lainnya yang lebih kecil dan lemah.
Para ilmuwan telah melakukan beberapa studi tentang penyebab terjadinya kanibalisme Hiu Macan Pasir pada tingkat embrio. Pada tahun 2013, tim ahli biologi kelautan yang dipimpin oleh Demian Chapman dari Universitas Stony Brook di Amerika Serikat melakukan penyelidikan dan analisis terhadap embrio dari 15 Hiu Macan Pasir betina pada berbagai tahap perkembangan.
Tes DNA menunjukkan bahwa pada tahap akhir kehamilan, beberapa embrio yang tersisa kemungkinan besar berasal dari satu induk jantan saja. Induk jantan ini mewariskan generasi yang lebih besar dan kuat, sehingga berhasil memenangkan persaingan di dalam rahim.
Dalam review yang dikeluarkan oleh jurnal Biology Letters (berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh Chapman dari Universitas Stony Brook) menyebutkan bahwa aksi kanibalisme di dalam rahim hiu dilakukan sebagai bentuk persaingan antar garis keturunan induk jantan.
Embrio di dalam rahim hiu betina biasanya berasal dari beberapa keturunan hiu jantan yang berbeda. Ketika janin sudah cukup umur, mereka mulai bersaing untuk menentukan siapa yang lebih unggul. Persaingan ini dilakukan dengan cara memakan satu sama lain hingga hanya tersisa satu yang selamat.
Persaingan antara embrio hiu merupakan strategi evolusi, di mana hanya hiu yang berasal dari jantan paling agresif dan kuat saja yang dapat menang. Ahli biologi kelautan dari University of North Florida, James J Gelsleichter, menyatakan bahwa seleksi seksual lebih mirip dengan perlombaan evolusi, di mana jantan dan betina, pada dasarnya, mencoba mengungguli satu sama lain.
Walau demikian, kanibalisme antar embrio Hiu Macan Pasir masih meninggalkan pertanyaan yang belum jelas terkait mengapa salah satu keturunan jantan lebih unggul dibandingkan dengan keturunan jantan yang lain. Akan tetapi, tidak dapat dipungkiri bahwa persaingan yang terjadi berdampak positif bagi bayi hiu yang dilahirkan karena akan mempunyai sifat yang unggul dan kuat. Bayi hiu ini akan mampu menghadapi serangan predator lain dan mampu bertahan hidup di lingkungannya, sehingga dapat meneruskan generasinya.
***
Sumber :
http://www.elasmo-research.org/education/topics/lh_intrauterine_cannibalism.htm
http://nationalgeographic.grid.id/read/13283900/kenapa-bayi-hiu-makan-saudaranya-sendiri?page=all
https://www.livescience.com/29198-shark-embryos-cannibalize-others.html
https://www.sciencealert.com/why-do-shark-embryos-cannibalise-their-siblings-in-the-womb
Tulisan ini adalah kiriman dari user, isi tulisan ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
11 Desember · ·
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
11 Desember · ·
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
11 Desember · ·
Bagikan ide, informasi, momen dan cerita kamu melalui
kumparan
Dengan ini kamu menyetujui syarat
& layanan dari kumparan
Tentang kumparan · Bantuan · Ketentuan & Kebijakan Privasi · Panduan Komunitas · Pedoman Media Siber · Iklan · Karir
2018 © PT Dynamo Media Network
Version: web: