Fakta Kungkang, Si Mamalia Lucu Paling Lambat Sedunia (Bagian 1)

Lampu Edison
Edison 9955 kali gagal menemukan lampu pijar yang menyala. Jika ia berhenti di percobaan ke 9956, mungkin sekarang kita tidak akan punya lampu.
Konten dari Pengguna
16 Mei 2019 11:10 WIB
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Tulisan dari Lampu Edison tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
ADVERTISEMENT
Hewan lucu yang menjadi salah satu karakter unik dalam film animasi Zootopia ini memang sangat menarik untuk dibahas. Kungkang atau Sloth sering dikenal sebagai hewan paling santai karena aktivitas mereka yang sangat minim dan pergerakan mereka yang super lambat. Apa sajakah fakta unik mengenai hewan ini? Simak fakta-fakta kungkang dalam tulisan di bawah ini.
ADVERTISEMENT
Terdapat Dua Jenis Kungkang
Terdapat dua jenis kungkang yaitu kungkang dua jari dari keluarga Megalonychidae dan kungkang tiga jari dari keluarga Bradypodidae. Kungkang dua jari terdiri dari dua spesies, sementara itu kungkang tiga jari terdiri dari empat spesies di mana salah satu spesiesnya yaitu Pygmy three-toed sloth (Bradypus pygmaeus) tergolong dalam hewan yang sangat terancam punah.
Kedua jenis kungkang masing-masing memiliki tiga jari pada kaki belakang mereka, namun memiliki jumlah jari yang berbeda di kaki depan mereka; kungkang dua jari memiliki dua jari, dan kungkang tiga jari memiliki tiga jari di kaki depan mereka.
Perbedaan penting lainnya yaitu kungkang dua jari adalah makhluk nokturnal atau aktif di malam hari, sedangkan kungkang tiga jari diurnal atau aktif di siang hari. Selain itu, kungkang tiga jari memiliki tubuh yang lebih kecil dan lebih lambat dari kungkang dua jari.
Kungkang Tiga Jari. Sumber: Pixabay
Mamalia Paling lambat di Bumi
ADVERTISEMENT
Dalam beberapa referensi, kungkang disebut sebagai hewan paling lambat di dunia, bahkan lebih lambat dari siput. Meski hal ini masih diperdebatkan, kungkang adalah mamalia paling lambat yang ada di bumi.
Kungkang bergerak sangat lambat bahkan algae/ganggang dapat tumbuh di tubuhnya. Dalam kecepatan maksimum, kungkang bergerak hanya dengan kecepatan 0.12 km/jam. Dengan kecepatan maksimum tersebut, kungkang pada umumnya melakukan perjalanan tidak lebih dari 38 meter dalam satu hari. Bahkan dalam keadaan tertentu ketika mereka berada di permukaan tanah, mereka merangkak hanya 1 kaki (30 cm) per menit.
Jika dibandingkan dengan siput yang bisa bergerak sejauh 47 meter dalam satu jam, maka bisa dikatakan siput lebih aktif dibandingkan dengan kungkang.
ADVERTISEMENT
Makhluk Arboreal
Kungkang adalah makhluk yang menghabiskan hampir seluruh waktunya di pohon atau disebut sebagai makhluk arboreal. Seluruh aktivitas mereka baik makan, tidur, kawin, dan melahirkan dilakukan di atas pohon.
Anatomi mengesankan pada kungkang memungkinkan kungkang menghabiskan 90 persen hidupnya tergantung terbalik. Studi menunjukkan bahwa organ-organ internal mereka berlabuh pada perut, sehingga menggeser berat organ dari diafragma dan membuat pernafasan mereka lebih mudah, sehingga hal ini dapat menghemat energi yang dikeluarkan oleh kungkang.
Kuku kungkang yang bisa tumbuh sepanjang empat inci juga membantu mereka mencengkeram cabang pohon dengan sangat kuat. Kemampuan mereka untuk berpegang pada dahan pohon begitu kuat, sehingga banyak kungkang yang telah mati ditemukan masih menjuntai di dahan pohon. Hal ini memunculkan istilah baru dalam dunia kungkang yaitu death grip atau “cengkeraman maut”.
Kungkang menghabiskan waktunya di atas pohon. Sumber: Pixabay
Tidak Kentut dan Hanya Buang Air Seminggu Sekali
ADVERTISEMENT
Selain pergerakan fisik kungkang yang lambat, metabolisme dan sistem pencernaan kungkang pun dikategorikan sangat lambat. Kungkang memiliki perut multi-kompartemen sehingga memungkinkan mereka untuk secara efektif mencerna selulosa keras dari daun-daun yang mereka konsumsi. Karena sistem pencernaan mereka yang sangat lambat, bahkan kungkang membutuhkan waktu satu bulan untuk mencerna satu daun.
Sebagai konsekuensi sistem pencernaan yang super lambat, kungkang tidak buang angin, hanya buang air sebanyak satu kali dalam seminggu, bahkan dalam beberapa kasus ditemukan beberapa kungkang yang hanya buang air sekali dalam satu bulan. Ketika akan buang air besar, maka kungkang akan turun dari pohon, dan ketika sampai di permukaan tanah maka kungkang akan membuat lubang kecil untuk buang air.
ADVERTISEMENT
Jason Bittel dari The Washington Post mengungkapkan bahwa seekor kungkang dapat kehilangan sepertiga dari berat tubuhnya ketika buang air besar. Rebecca Cliffe dari Swansea University menyatakan, kita bahkan dapat melihat perbedaan yang jelas pada perut kungkang saat sebelum dan sesudah buang air besar.
Sumber:
http://www.wildernessclassroom.com/wilderness-library/sloth/
https://www.sciencealert.com/this-is-the-horror-that-sloths-have-to-go-through-every-time-they-poop
https://www.worldwildlife.org/species/sloth