Forrest Mars, Penemu Permen Cokelat Kacang Yang Alergi terhadap Kacang

Edison 9955 kali gagal menemukan lampu pijar yang menyala. Jika ia berhenti di percobaan ke 9956, mungkin sekarang kita tidak akan punya lampu.
Tulisan dari Lampu Edison tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Ia terinspirasi dari para tentara Perang Spanyol yang memakan pil cokelat yang tidak mudah leleh
Pendiri salah satu merk permen cokelat ternama, yakni M&M’s, diketahui ternyata memiliki alergi terhadap kacang. Padahal ide membuat lapisan cokelat warna warni untuk membalut kacang tanah datang dari dirinya sendiri. Forrest Mars mewarisi usaha tersebut dari ayahnya, Frank C. Mars, yang merupakan pendiri perusahaan permen kecil bernama Mars, Inc. Meski awalnya ia tidak sepaham dengan ayahnya dan lebih memilih untuk mendirikan pabrik makanannya sendiri, ia kemudian mengambil alih usaha tersebut setelah ayahnya tiada. Di tahun 1930-an Forrest mengamati para tentara yang saat itu terlibat dalam Perang Spanyol sedang memakan pil cokelat dengan cangkang cokelat yang keras sebagai pembungkus bagian dalamnya. Ia kemudian bekerja sama dengan Bruce Murrie yang adalah putra dari presiden perusahaan cokelat Hershey’s, William F.R. Murrie. Pada saat itu Forrest membutuhkan cokelat dari Hershey untuk mengantisipasi keterbatasan persediaan cokelat yang mungkin terjadi saat perang dunia. Setelah mendapatkan hak paten, produksi permen cokelat selaput ini secara masal diproduksi sejak tahun 1941. Selanjutnya Peanut M&M’s mulai diperkenalkan pada tahun 1954 dengan menambahkan kacang tanah ke dalam permen cokelat bercangkang tersebut. Saat diproduksi untuk pertama kali, permen cokelat kacang ini hanya memiliki warna cokelat, kemudian di tahun 1960-an M&M’s menambah varian warna cokelatnya menjadi warna kuning, merah, dan hijau. Karena adanya alergi terhadap kacang, sampai akhir hayatnya Forrest Mars tidak dapat merasakan cokelat kacang yang melambungkan perusahaanya.

Sumber gambar: unsplash.com/RobertAnasch
