Konten dari Pengguna

Gajah Sangat Peka terhadap Suara Gajah Lainnya

Lampu Edison

Lampu Edison

Edison 9955 kali gagal menemukan lampu pijar yang menyala. Jika ia berhenti di percobaan ke 9956, mungkin sekarang kita tidak akan punya lampu.

clock
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Lampu Edison tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Gajah merupakan hewan besar dengan kuping yang lebar. Perbedaan gajah dari tiap benua, baik Afrika maupun Asia, bahkan bisa kita identifikasi dari kuping tersebut.

Kuping gajah dari Asia biasanya berukuran lebih kecil dari gajah lainnya. Namun ternyata kuping gajah yang cukup lebar tersebut bukanlah rahasia utama mereka bisa mendengar suara dari jarak yang sangat jauh tersebut.

Christian Herbst dari Universitas Vienna di Austria pernah meneliti tenggorokan gajah yang telah mati secara alami dan menemukan sebuah fakta bahwa ternyata pita suara gajah delapan kali lebih panjang dari manusia. Dalam penelitian tersebut juga ditemukan bahwa ternyata gajah mampu menghasilkan suara dengan cara myoelastic-aerodynamic (MEAD).

Setidaknya ada dua tipe suara pada umumnya, yaitu myoelastic-aerodynamic (MEAD) dan active muscular contraction (AMC). MEAD adalah suara yang dihasilkan dari udara keluaran paru-paru yang menggetarkan kotak suara, sedangkan AMC dihasilkan dari kontraksi otot untuk menggetarkan pita suara.

Manusia sendiri menghasilkan suara dengan cara yang sama dengan gajah, namun dengan frekuensi yang berbeda. Karena gajah mampu menghasilkan suara sampai 110.000 Hz, sedangkan manusia masih jauh di bawahnya.

Sumber gambar : wikimedia commons