Hal-hal yang Membuat Hewan Lebih Superior dari Manusia (1)

Edison 9955 kali gagal menemukan lampu pijar yang menyala. Jika ia berhenti di percobaan ke 9956, mungkin sekarang kita tidak akan punya lampu.
Tulisan dari Lampu Edison tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Tidak diragukan lagi bahwa, secara keseluruhan, manusia adalah makhluk yang sangat pintar, kuat, dan sejahtera di muka bumi. Meskipun begitu, jika dilihat dari aspek-aspek tertentu, ada hewan-hewan yang lebih andal dari manusia.
Hewan-hewan apa sajakah itu? Dan kelebihan apakah yang mereka miliki? Mari kita bahas bersama.
Kekuatan
Sebagai manusia, kita adalah salah satu makhluk terkuat di bumi ini. Meskipun begitu, jika dibandingkan dengan kumbang dan semut, manusia tidak ada apa-apanya. Kumbang kotoran misalnya, dapat menarik benda yang 1.141 kali lebih berat daripada berat tubuhnya. Jika diproyeksikan ke dunia manusia, kira-kira sama dengan seseorang yang menarik benda seberat 73 ribu kilogram.
Gajah Afrika juga tidak mau kalah. Dengan belalainya yang panjang, hewan tersebut dapat mengangkat benda seberat 9.000 kilogram, termasuk mengangkat anak mereka sendiri. Hal tersebut dapat terjadi karena adanya puluhan ribu otot yang menyusun belalai gajah. Selain untuk mengangkat benda-benda, belalai gajah juga dapat digunakan untuk meminum air untuk membuat mereka bertahan hidup.
Kecepatan
Manusia tercepat yang tercatat saat ini adalah Usain Bolt dari Jamaika, yang memiliki kecepatan 44,72 kilometer per jam dalam lomba lari kategori 100 meter. Meskipun begitu, hewan cheetah dapat dengan mudah melipatgandakan kecepatan Bolt hanya dalam waktu tiga detik.
Sementara pada kategori unggas, burung alap-alap kawah memegang rekor sebagai penerbang tercepat yang memiliki kecepatan sampai 355 kilometer per jam. Kecepatan yang dimiliki alap-alap kawah ini merupakan hasil dari kombinasi bulu-bulu yang tipis, sayap yang tajam, dan tubuh yang aerodinamis. Kemampuan tersebut memudahkan mereka dalam mencari mangsa.
Produktivitas
Kalau yang ini jangan ditanya lagi. Mari kita akui bahwa manusia bukanlah makhluk yang paling produktif di dunia. Saat bekerja kita sering mengantuk, cepat lapar, dan malas. Jika dibandingkan dengan lebah, kita kalah jauh. Lebah pekerja dapat bekerja siang dan malam. Mereka membuat madu, menjaga sarang, sampai menyejukkan sarang mereka dengan mengepakkan sayapnya.
Hewan lainnya yang juga sangat rajin adalah semut. Setiap individu semut memiliki tugas tersendiri dalam komunitasnya. Sebagian semut bekerja sebagai pertahanan koloni, sebagian mengumpulkan makan, dan sebagian lainnya bahkan bertugas untuk menaklukan koloni semut yang lain. Semut pekerja biasanya hanya tidur 4-5 jam dalam satu hari. Namun, mereka melakukan ratusan tidur yang hanya sebentar-sebentar.
Adaptasi
Manusia sangat hebat dalam melakukan adaptasi dengan cara memanipulasi lingkungan sekitar dengan menggunakan mesin dan konstruksi bangunan. Hal tersebut tidak dapat dilakukan oleh hewan yang memiliki keterbatasan dalam menggunakan tangannya. Selama ribuan tahun, hewan-hewan dipaksa untuk beradaptasi secara alami.
Bayangkan, sekelompok hewan yang hidup di Afrika bagian selatan tidak dapat mencapai makanan yang mereka butuhkan karena pohon-pohon yang terlalu tinggi. Seiring dengan berjalannya waktu, leher dari hewan tersebut memanjang dan menjadi hewan yang kita kenal sekarang sebagai jerapah.
Adaptasi sederhana lainnya adalah terbang. Beberapa hewan seperti monyet memilih untuk berayun-ayun dan melompat dari satu pohon ke pohon lainnya ketika mereka harus berpindah tempat. Namun, burung yang dapat terbang bisa berpindah ke tempat yang lebih jauh dalam rombongan besar ketika tempat yang mereka huni sekarang terlalu dingin atau terlalu panas.
Beberapa ilmuwan meragukan kemampuan manusia untuk dapat bertahan dalam ribuan tahun yang akan datang. Oleh karena ketergantungan kita terhadap mesin dan robot, kita tidak memiliki lagi kemamuan beradaptasi secara alami.
Penglihatan
Manusia memang berhasil menemukan alat optik yang sangat canggih seperti teleskop, kacamata, dan kamera. Namun secara natural, kita kalah dari hewan-hewan yang perlu memiliki penglihatan yang tajam untuk bertahan hidup. Burung misalnya, membutuhkan penglihatan yang tajam untuk melihat mangsa dari udara sebelum mangsa tersebut melihat mereka.
Burung elang adalah salah satu burung yang paling tajam penglihatannya. Bahkan, elang yang memiliki penglihatan buruk masih empat kali lebih baik dari penglihatan rata-rata manusia. Burung elang dapat melihat kelinci dari jarak 5 kilometer.
