Hal Kecil yang Membuat Orang Bahagia

Edison 9955 kali gagal menemukan lampu pijar yang menyala. Jika ia berhenti di percobaan ke 9956, mungkin sekarang kita tidak akan punya lampu.
Tulisan dari Lampu Edison tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Kadang ada hal sederhana yang kita lakukan atau pikirkan dimana hal ini ternyata membuat kita bisa lebih bahagia atau merasa senang.
Kebahagiaan Memikirkan Makanan Kesukanan
Kebahagiaan memikirkan makanan kesukaan ini bahkan dikatakan hampir sama bahagianya dengan kita berhubungan sex. Pada umumnya, ketika seseorang berhubungan sex akan ada suatu hormon yang dikeluarkan dimana orang tersebut akan perasaan rileks dan nyaman. Keluarnya hormon tersebut ternyata tidak hanya terjadi ketika melakukan hubungan sex, namun ke beberapa hal yang mungkin juga sering kita lakukan. Salah satunya adalah memikirkan makanan kesukaan kita.
Menurut penelitian, ketika memikirkan makanan kesukaan kita, hal ini dapat memicu keluarnya hormon dopamine pada tubuh. Suatu perasaan dimana kita akan cenderung merasa lebih baik dan menikmati momen tersebut. Walaupun belum diketahui seberapa besar perbandingan keluarkan hormon tersebut, namun bisa dipastikan hal tersebut memang terjadi ketika kita memikirkan makanan kesukaan kita atau sesederhana membayangkannya saja.
Pengalaman Kadang Membuat Kita Bahagia
Menurut penelitian, orang lebih cenderung menghabiskan uangnya untuk pengalaman yang kadang berguna maupun berguna untuk mereka, tidak ada alasan yang tepat namun lebih fokus akan keinginan mereka akan hal tersebut. Lesunya dunia properti maupun penjualan barang lainnya tahun lalu menandakan suatu pergeseran besar dalam ekonomi makro dan mikro. Hal ini ternyata memang sangat sejalan dengan studi yang mengatakan bahwa manusia memang cenderung menghabiskan uangnya untuk sebuah pengalaman dibandingkan dengan barang seperti rumah.
Pengaruh utama dari hal tersebut secara psikologis tidak lain adalah karena perasaan bahagia sesaat yang ditimbulkan dengan membeli barang baru yang awalnya tidak mereka miliki. Sifat kebahagiaan sesaat ini kini tidak lagi menjadi fokus dan terjadi pergantian ke trade-off pengeluaran dalam bentuk pengalaman seperti liburan maupun mencoba hal baru yang tidak pernah dialami.
Banyak Teman Bisa Membuat Orang Lebih Bahagia
Seberapa bahagiakah orang yang memiliki banyak teman tersebut dibandingkan orang yang penyendiri? Orang-orang yang memiliki hubungan sosial yang normal dengan teman, keluarga dan keterlibatan masyarakat diperkirakan 50% lebih kecil kemungkinannya bersedih dan lebih panjang umur dibandingkan mereka yang hidup dengan sedikit dukungan sosial.
Para peneliti dari Universitas Brigham Young dan Universitas North Carolina mengumpulkan data dari 300.000 orang selama delapan tahun. Tidak disangka studi ini menemukan bahwa orang dengan hubungan sosial lebih kuat dengan lingkup pertemanan di sekitarnya akan hidup rata-rata 3,7 tahun lebih lama dan lebih cenderung bahagia dari pada para penyendiri. Walaupun tidak selalu berhubungan langsung namun tingkat kesenangan orang ini merupakan hal yang membuat tekanan darah, stress dan dukungan moral lebih banyak membuat orang-orang tersebut dapat hidup lebih lama dan merasa bahagia dalam hidupnya dibandingkan rata-rata orang yang suka menyendiri.
Perasaan Tenang dengan Coklat
Pertanyaan yang kadang muncul ketika kita memakan coklat adalah apa yang terjadi ketika kita makan coklat? Banyak orang sangat menyukai coklat, beberapa diantara kita mungkin percaya dan selalu mengandalkan cokelat di kala stress maupun perasaan sedang tidak karuan datang. Ternyata hal ini dibuktikan dengan sains dan benar adanya. Hal ini tidak lain disebabkan karena bau coklat yang keluar.
Bau sedap dari coklat ini ternyata dapat memicu gelombang Tetha pada otak dan membuatnya meningkat. Gelombang Tetha inilah yang membuat kita menjadi lebih tenang atau rileks dan merasakan bahwa segala apa yang kita hadapi menjadi lebih baik dari sebelumnya. Dengan lebih tenangnya seseorang dalam menghadapi sesuatu, penelitian membuktikan bahwa orang-orang tersebut akan cenderung mudah untuk menerima hal baru dan positif sehingga akan lebih mudah disenangkan dibandingkan orang yang stress atau sedang dalam kondisi tertekan. Jadi, apakah perlu kita makan coklat setiap hari?
