kumparan
14 Des 2018 18:55 WIB

Heliox: Campuran Helium dan Oksigen untuk Perawatan Medis

Rumus Helium (Sumber gambar: Wikimedia Commons)
Misteri penyebab kematian Eril Dardak masih belum terpecahkan sampai sekarang. Penolakan autopsi tubuh Eril oleh pihak keluarga membuat banyak pihak masih bertanya-tanya perihal teka-teki kematiannya.
ADVERTISEMENT
Di dalam kamar kos anggota calon legislatif termuda dari Partai Amanat Nasional tersebut, ditemukan beberapa barang bukti yang cukup berhubungan dengan sains, seperti plastik yang tertempel di wajah, selang, tabung berisi helium, wipe cream, gas freon, dan video YouTube tentang medical oxygen regulator.
Apa yang sedang dilakukan Emil saat itu? Apakah ia sedang melakukan percobaan? Apakah ia mengalami kecelakaan saat melakukan percobaan dan membuatnya tewas? Semua pertanyaan tersebut masih menjadi teka-teki yang belum dapat terjawab. Namun, ada kemungkinan kematian Emil berhubungan dengan helium dan oksigen yang ditemukan di dalam kamar Emil.
Dalam dunia kedokteran, helium dan oksigen, yang secara bersama-sama disebut dengan "heliox", memang digunakan sebagai perawatan medis untuk para pasien yang mengalami kesulitan dalam bernapas. Campuran kedua gas tersebut dapat membuat resistensi tubuh pasien terhadap udara yang masuk berkurang jika dibandingkan dengan udara yang berasal dari atmosfer. Hal tersebut membuat udara lebih mudah masuk ke dalam paru-paru dan pasien membutuhkan usaha yang lebih sedikit untuk bernapas.
Tabung helium (Foto: davidgljay/Flickr)
Heliox telah digunakan dalam dunia medis sejak tahun 1934. Awalnya, heliox digunakan untuk mengatasi masalah saluran pernapasan bagian atas. Namun, karena kepadatan gas campuran ini yang cukup rendah, heliox digunakan untuk keperluan yang lebih luas, termasuk mengatasi penderita asma. Bahkan, heliox juga digunakan untuk menyelam.
ADVERTISEMENT
Walaupun begitu, proporsi helium dan oksigen dalam heliox tidak bisa ditentukan sembarangan. Biasanya, heliox yang digunakan dalam keperluan medis berisi oksigen sebesar 21 persen dan helium sebesar 79 persen, meskipun kombinasi 30/70 dan 40/60 masih bisa ditolerir.
Sementara kombinasi oksigen dan helium untuk keperluan menyelam dapat berbeda-beda tergantung dengan kedalaman menyelam.
Helium yang dicampur dengan oksigen memang dapat menjadi sangat berguna, tetapi menghirup helium sendiri dapat sangat berbahaya bagi manusia, bahkan dapat menyebabkan kematian.
Menghirup helium murni dapat menghambat masuknya oksigen ke dalam tubuh. Kira-kira sama seperti ketika manusia menahan napas. Jika karena menghirup helium murni seseorang jadi tidak bisa bernapas sama sekali, maka orang tersebut dapat tewas dalam hitungan menit karena kandungan oksigen dalam darah telah habis.
ADVERTISEMENT
Akan tetapi, apa yang dilakukan helium adalah lebih cepat dari sekedar menahan napas. Ketika helium memenuhi paru-paru, gas tersebut akan membuat gradien difusi dan mencuci bersih semua oksigen yang ada. Dengan kata lain, setiap helium yang masuk ke dalam tubuh akan mengeluarkan lebih banyak oksigen dari dalam tubuh. Setelah menghirup helium, kadar oksigen dalam tubuh akan turun sampai ke level mematikan hanya dalam hitungan detik.
Namun, helium yang dihirup harus cukup banyak untuk bisa membunuh seseorang. Dalam beberapa acara televisi, sering ada beberapa candaan ketika seseorang menghirup helium dari balon dengan menggunakan mulutnya. Ketika orang tersebut berbicara maka suaranya akan berubah menjadi sangat tinggi.
Hal tersebut terjadi karena helium enam kali lipat lebih ringan daripada udara, sehingga suara merambat lebih cepat melewati helium dibandingkan dengan udara biasa. Akibat hal tersebut, suara rendah seseorang yang menghirup helium akan ditekan oleh kepadatan helium yang rendah dan menyebabkan suaranya menjadi lebih tinggi.
ADVERTISEMENT
Jika seseorang menghirup helium dari balon hanya sekali untuk lucu-lucuan, hal tersebut tentu tidak akan membahayakan orang tersebut. Namun, jika helium dihirup berkali-kali, hal tersebut dapat menjadi sangat mematikan.
Memang belum jelas apa yang terjadi pada Eril. Tapi dengan ditemukannya tabung helium dan video Youtube mengenai oksigen, ada kemungkinan ia sedang melakukan percobaan mengenai heliox. Namun, nampaknya ia gagal mendapatkan proporsi helium dan oksigen yang tepat. Ia kemungkinan hanya berhasil menghirup helium ke dalam tubuhnya, serta menghabiskan kadar oksigen dalam tubuhnya.
Penjelasan di atas hanyalah satu teori. Untuk kepastian penyebab kematiannya kita harus menunggu keterangan dari penyelidikan.
Tulisan ini adalah kiriman dari user, isi tulisan ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
11 Desember 2017 · · ·
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
11 Desember 2017 · · ·
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
11 Desember 2017 · · ·