Tekno & Sains14 September 2020 8:33

Hewan-hewan dengan Ikatan Kekeluargaan yang Kuat

Konten kiriman user
Manusia sering dianggap satu-satunya spesies yang membentuk ikatan sosial yang erat dengan keluarga dan temannya. Namun, hewan juga punya ikatan serupa, lho. Dari primata hingga cetacea dan hewan pengerat, banyak hewan menemukan cinta, persahabatan, perlindungan, dan kegembiraan melalui hubungan erat mereka dengan anggota spesies lainnya. Berikut adalah hewan-hewan yang menunjukkan kepada kita seberapa kuat ikatan antar hewan.
ADVERTISEMENT

1. Anjing Padang Rumput

Hewan-hewan dengan Ikatan Kekeluargaan yang Kuat (46876)
Anjing Padang Rumput Foto: Pixabay
Anjing padang rumput biasanya tinggal di sarangnya dalam kelompok keluarga kecil. Kelompok keluarga biasanya terdiri dari seekor jantan, banyak betina, dan keturunannya. Hewan pengerat yang suka menggali ini membangun tempat tinggal bawah tanah yang luas dan dilengkapi dengan area terpisah untuk tidur, buang air, serta membesarkan anak-anaknya. Mereka juga berbagi makanan, merawat dan mencium satu sama lain untuk menunjukkan kasih sayang. Biasanya mereka berkomunikasi dengan menggunakan gonggongan pendek, terutama untuk menyampaikan informasi tentang predator, seperti spesies, warna, ukuran, arah, dan kecepatannya.

2. Gajah

Hewan-hewan dengan Ikatan Kekeluargaan yang Kuat (46877)
Gajah dalam kelompok keluarganya | Gambar oleh luxstorm dari Pixabay
Gajah dikenal karena kecerdasan, ingatan jangka panjang, dan ikatan kekeluargaannya yang kuat. Setiap kawanan terdiri dari delapan hingga 100 gajah yang dipimpin oleh matriark, yaitu gajah betina tertua, dan biasanya yang terbesar. Sang matriark bertugas menuntun gajah lain ke air dan makanan. Tugas ini sangat penting, khususnya selama musim kemarau.
ADVERTISEMENT
Anak gajah jantan cenderung meninggalkan kelompok saat pubertas, biasanya antara usia 8 hingga 13 tahun. Beberapa generasi betina saling membantu dalam membesarkan dan melindungi bayi mereka. Sama halnya manusia, gajah juga akan berduka atas kehilangan orang yang mereka cintai, dan mereka akan kembali ke tempat di mana keluarga atau temannya wafat, bahkan menyentuh tulangnya yang masih tersisa.

3. Orca

Hewan-hewan dengan Ikatan Kekeluargaan yang Kuat (46878)
Sekelompok Orca | Gambar oleh skeeze dari Pixabay
Jika beberapa hewan akan meninggalkan sarang ketika dewasa, kebanyakan orca justru tetap tinggal dekat dengan induk betinanya. Faktanya, orca tinggal bersama keluarga mereka seumur hidup. Cetacea hitam dan putih hidup dalam kelompok yang terdiri dari lima hingga 50 anggota. Salah satu kegiatan rutin kelompok adalah membesarkan anak mereka. Remaja betina akan membantu merawat bayi, sementara itu, induknya bertugas mengajari anak mereka berburu dan berbagi mangsa di dalam kelompok.
ADVERTISEMENT

4. Anjing Liar Afrika

Hewan-hewan dengan Ikatan Kekeluargaan yang Kuat (46879)
Sekelompok anjing liar Afrika yang sedang bermain | Gambar oleh Ivan Horvat dari Pixabay
Anjing liar Afrika hidup dalam kelompok antara dua hingga 40 individu yang dipimpin oleh satu pasangan monogami. Baik jantan maupun betina akan merawat anak-anaknya. Setelah anjing dewasa berburu dan membunuh mangsanya, mereka akan mundur dan membiarkan anak-anaknya makan terlebih dahulu. Setelah anak-anaknya selesai makan, sisa kawanannya akan makan, dan kemudian kembali ke sarang. Di sarangnya, mereka akan memuntahkan sebagian dari makanan mereka untuk memberi makan anak-anak anjing lainnya, anjing yang terluka atau tua, atau yang tinggal untuk merawat anak-anak. Dalam komunitas anjing liar Afrika, semua anjing akan dirawat dengan baik.

5. Simpanse

Hewan-hewan dengan Ikatan Kekeluargaan yang Kuat (46880)
Seekor simpanse beraktivitas di Pusat Pendidikan Konservasi Margasatwa Uganda (UWEC), di dalam distrik Wakiso, di Entebbe, Uganda. Foto: REUTERS/Abubaker Lubowa
Simpanse hidup dalam komunitas besar yang ukurannya berkisar antara 15 hingga 120 anggota. Meskipun komunitasnya besar, struktur sosialnya, yang disebut fisi-fusi, terus berubah dengan individu-individu yang terpecah menjadi sub-kelompok yang lebih kecil, biasanya terdiri dari enam simpanse atau kurang.
ADVERTISEMENT
Menurut The Jane Goodall Institute, hubungan antara simpanse bisa bertahan seumur hidup. Hubungan ibu-anak di antara simpanse sangat kuat, karena ibu akan tinggal bersama anak-anaknya sampai mereka mandiri, yaitu antara usia enam hingga sembilan tahun.
Grooming atau “mendandani” adalah salah satu perilaku terpenting dalam komunitas simpanse, karena itu membuat anggota tetap dekat dan menenangkan serta menghibur anggota dalam kelompok. Komunikasi antar kelompok yang lebih kecil biasa dilakukan simpanse menggunakan pant hoot, salah satu bentuk komunikasi verbal.

6. Luwak Kerdil

Hewan-hewan dengan Ikatan Kekeluargaan yang Kuat (46881)
Sejumlah wisatawan menyaksikan Luwak. Foto: ANTARA FOTO/Anis Efizudin
Sama halnya gajah, luwak kerdil hidup dalam kelompok keluarga yang dikepalai oleh pemimpin betina. Pasangan monogaminya adalah orang kedua yang bertanggung jawab dalam mengawasi adanya bahaya.
Pemimpin betina adalah satu-satunya betina yang diizinkan untuk kawin dan dia juga mendapat hak pertama atas makanan (berbeda dengan kelompok hewan lainnya, yang termuda diberi makan terlebih dahulu). Anak-anak yang lebih tua membantu merawat yang lebih muda dengan membersihkan dan membawakan mereka makanan. Ketika ibunya meninggal, anak-anaknya keluar dari kelompok untuk memulai hidup sendiri atau bergabung dengan kelompok lain. Hewan super sosial ini juga tetap berhubungan meski mereka tidak bersama. Saat mereka pergi mencari makanan, mereka akan berseru dengan celoteh pendek, saling mengecek satu sama lain.
ADVERTISEMENT

7. Serigala Abu-abu

Hewan-hewan dengan Ikatan Kekeluargaan yang Kuat (46882)
Sekelompok serigala abu-abu | Gambar oleh WorldInMyEyes dari Pixabay
Serigala abu-abu adalah hewan yang sangat sosial yang hidup dalam kelompok kecil. Setiap kelompok meliputi sepasang jantan dan betina, serta semua anaknya. Umumnya, pasangan pemimpin kawin sekali seumur hidup.
Kelompok kecil biasanya terdiri dari lima hingga sembilan individu. Dalam kelompoknya, serigala bekerja sama dan mengajari anak-anak mereka untuk berburu dan menghindari ancaman. Mereka juga berkomunikasi dengan menggunakan vokalisasi untuk berbagi lokasi dan memperingatkan anggota kelompok tentang bahaya yang akan datang.

8. Penguin Kaisar

Hewan-hewan dengan Ikatan Kekeluargaan yang Kuat (46883)
Penguin kaisar di Antartika | Gambar oleh Siggy Nowak dari Pixabay
Penguin kaisar memiliki pengaruh jantan yang kuat. Ketika pejantan tiba setiap tahun ke sarangnya, mereka mulai pamer pada betina dengan menundukkan kepala dan mengeluarkan suara yang unik untuk merayu betina. Setelah mereka dipasangkan, penguin kaisar tetap setia pada pasangannya (monogami) selama musim kawin, dan terkadang lebih lama.
ADVERTISEMENT
Penguin kaisar terkenal sangat sosial dan bersarang di dalam koloni yang besar. Betina yang telah bertelur akan menyerahkan telurnya kepada jantan untuk inkubasi dan perlindungan. Di luar musim bersarang, penguin kaisar dewasa akan melakukan perjalanan dan mencari makan dalam kelompok.
Sumber:
https://www.treehugger.com/animals-strong-family-bonds-4869230
Tulisan ini adalah kiriman dari user, isi tulisan ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan
sosmed-whatsapp-whitesosmed-facebook-whitesosmed-twitter-whitesosmed-line-white