Hewan Paling Tangguh di Dunia yang Bisa Bertahan di Luar Angkasa

Edison 9955 kali gagal menemukan lampu pijar yang menyala. Jika ia berhenti di percobaan ke 9956, mungkin sekarang kita tidak akan punya lampu.
Tulisan dari Lampu Edison tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Menurut kamu apa hewan yang paling tangguh di dunia? Apakah gajah yang berbadan besar? Atau badak yang berkulit tebal? Atau singa si raja hutan? Jawabannya bukanlah ketiga hewan tersebut, melainkan hewan yang kecil sekali yang tidak terlihat dengan mata telanjang.

Hewan paling tangguh di dunia adalah tardigrada yang dijuluki dengan nama beruang air. Hewan ini hidup di air, memiliki delapan kaki, dan panjang tubuhnya kurang dari satu milimeter. Tempat tinggal favoritnya adalah di antara lumut-lumut atau pada sedimen di dasar danau. Mereka memakan bakteri atau tumbuh-tumbuhan.
Tinggal di dalam danau terdengar cukup nyaman. Namun, beberapa jenis tardigrada hidup di tempat yang sangat ekstrim. Para saintis menemukan bahwa mahkluk mikroskopik ini juga hidup di berbagai macam tempat, mulai dari sumber air panas yang bersuhu tinggi sampai di bawah lapisan es puncak Himalaya yang sangat dingin. Mereka dapat bertahan hidup mulai dari suhu -200 Celsius sampai +150 Celsius.
Bukan hanya itu, tardigrada juga mampu bertahan pada tekanan udara yang kekuatannya 6000 kali lipat lebih besar dari pada tekanan pada atmosfer bumi. Mereka juga mampu bertahan dari radiasi yang kekuatannya ribuan kali lipat dari radiasi yang dapat membuat manusia tewas.
Pada 2007, sekelompok peneliti dari Eropa menguji kekuatan tardigrada dalam kondisi yang lebih ekstrim lagi. Beberapa tardigrada dibawa ke luar angkasa dan diletakkan pada ruang hampa udara. Kemudian beberapa dari mereka dipaparkan dengan radiasi matahari. Setelah 10 hari dibiarkan di lingkungan ekstrim tersebut dan dibawa kembali ke bumi, 68 persen dari mereka yang tidak terpapar radiasi berhasil selamat. Sementara beberapa dari mereka yang terpapar radiasi juga selamat dan mampu bereproduksi.
Tapi bagaimana mungkin tardigrada dapat bertahan di luar angkasa?
Ada teori yang mengatakan bahwa tardigrada sebenarnya bukanlah hewan yang berasal dari bumi, melainkan dari planet lain. Hewan tersebut datang ke bumi dan mengembangkan ketangguhannya di planet yang kita tinggali ini. Namun hal tersebut tentu saja masih belum pasti.
Adaptasi yang dilakukan oleh tardigrada ketika ada di tempat yang sangat ekstrim cukup unik. Mereka memiliki kemampuan untuk mengubah tubuh mereka masuk dalam kondisi dehidrasi tertentu yang sangat mirip ketika mereka mati. Ketika lingkungan mereka menjadi sangat kering, tardigrada akan menggulungkan tubuh mereka menjadi berbentuk bola yang kering dan seperti tidak bernyawa. Dalam kondisi tersebut tardigrada dikenal sebagai tun dan aktivitas metabolismenya turun menjadi 0.01 persen saja dari kondisi normal. Saat menjadi tun, tardigrada menghasilkan senyawa gula spesial bernama trehalose yang befungsi sebagai pelindung dan berbentuk gel. Trehalose tersebut akan mengawetkan organ dan membran yang membentuk sel-sel pada hewan.
Ketika berbentuk tun, tardigrada dapat bertahan hidup selama beberapa dekade bahkan lebih lama dari itu. Ketika kembali ke air, tubuh mereka akan kembali ke kondisi metabolisme normal hanya dalam beberapa jam saja.
Mereka juga mampu beradaptasi dalam kondisi ekstrim yang lain. Misalnya, saat kandungan oksigen pada air tempat mereka tinggal sangat rendah. Oksigen yang rendah membuat mereka kesulitan bernapas. Pada kondisi tersebut, tardigrada akan akan memanjangkan dan melemaskan tubuhnya sehingga metabolisme tubuh menjadi rendah namun akan lebih banyak air dan oksigen yang masuk ke dalam sel.
Sementara saat suhu lingkungan ada di bawah titik beku, tardigrada juga akan berubah menjadi tun yang tahan dingin. Molekul-molekulnya akan mencegah pembentukan kristal es yang dapat menghancurkan membran sel pada tubuh hewan tersebut.
Hebat ya hewan ini. Meskipun kecil, ternyata sangat tangguh.
