Konten dari Pengguna

Jika Bumi Memiliki Cincin Seperti Saturnus

Lampu Edison

Lampu Edison

Edison 9955 kali gagal menemukan lampu pijar yang menyala. Jika ia berhenti di percobaan ke 9956, mungkin sekarang kita tidak akan punya lampu.

clock
comment
1
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Lampu Edison tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Planet Saturnus. (Foto: Pixabay/looser)
zoom-in-whitePerbesar
Planet Saturnus. (Foto: Pixabay/looser)

Saintis percaya bahwa dahulu bumi memiliki cincin seperti yang dimiliki Saturnus. Tentunya bukan baru-baru saja, namun sekitar jutaan tahun yang lalu. Dugaan ini dinamakan "giant impactor hypothesis". Dalam hipotesis ini diduga bumi bertabrakan dengan sebuah planet bernama Theia. Hasil tabrakan ini menghancurkan cincin yang dimiliki bumi.

Pecahan dari cincin itu menjadi benda yang saat ini kita kenal sebagai bulan. Jika cincin ini masih ada, maka orang-orang yang hidup di ekuator bisa melihat cincin ini sebagai lapisan cahaya tipis yang melingkar dari timur ke barat. Orang-orang yang hidup agak jauh dari ekuator akan melihat cincin ini dengan lebih jelas, terlihat besar, dan dekat sehingga seolah bisa teraih.

Sama seperti bulan, cincin ini juga akan memantulkan banyak cahaya matahari sehingga mungkin bagian manapun di bumi nyaris tidak mengalami gelap secara total. Mungkin di tengah malam, akan nampak seberkas cahaya seperti saat gerhana. Sedangkan di pagi hari, jumlah cahaya matahari yang dipantulkan ke bumi akan menjadi luar biasa banyak.