Apa yang Terjadi Jika Manusia Mencoba Mendarat di Planet Jupiter?

Edison 9955 kali gagal menemukan lampu pijar yang menyala. Jika ia berhenti di percobaan ke 9956, mungkin sekarang kita tidak akan punya lampu.
Tulisan dari Lampu Edison tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Banyak tempat di tata surya kita yang sangat sulit untuk dimengerti, salah satunya adalah Jupiter.
Komponen Jupiter sebagian besar terdiri atas hidrogen dan gas helium. Maka jika kita mencoba mendaratkan diri di Jupiter, sama halnya dengan kita mencoba mendaratkan diri di awan. Lalu jika Jupiter diibaratkan seperti awan tipis yang menyelubungi permukaan atmosfer bumi kita, dapatkah kita jatuh dari satu sisi Jupiter ke sisi yang lain?
Jawabannya, mungkin kita tidak akan bisa mencapai setengah jalan.
Masalah pertama adalah tidak ada oksigen di atmosfer Jupiter. Itu berarti untuk memulai misi eksplorasi Jupiter, kita butuh tabung oksigen dalam jumlah banyak. Masalah kedua adalah temperatur yang sangat terik. Jika baju astronot dapat mengatasi suhu terik ini, maka seorang astronot dapat mencoba memulai eksplorasi Jupiter.
Galileo probe atau Galileo spacecraft mencoba menjelajah atmosfer Jupiter pada tahun 1995. Spacecraft ini hilang kontak hanya dalam waktu 58 menit. Pertama kali spacecraft memasuki Jupiter, spacecraft akan ditarik oleh gravitasi yang sangat besar kemudian akan menabrak atmosfer di bagian bawah yang lebih padat seperti dinding.
Setelah itu, spacecraft sampai di awan Jupiter yang sangat berangin karena Jupiter adalah planet di galaksi Bimasakti yang tercepat dalam berotasi. Sekitar 75 mil di bawah awan, kita sampai pada batas pengetahuan manusia. 75 mil di bawah awan ini adalah yang dapat dieksplorasi oleh Galileo spacecraft sampai pesawat tanpa awak ini hancur karena tekanan yang terlalu tinggi.
Sumber: Tech Insider
