Kebiasaan Ikan Badut Memakan Telur-telurnya

Edison 9955 kali gagal menemukan lampu pijar yang menyala. Jika ia berhenti di percobaan ke 9956, mungkin sekarang kita tidak akan punya lampu.
Tulisan dari Lampu Edison tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Ikan badut jantan berperan sebagai penjaga sekaligus pemangsa telur-telurnya.
Kelompok ikan anemon dipimpin oleh pejantan yang paling agresif dan paling besar. Karena dominasinya tersebut, pejantan itu juga akan mengambil kesempatan memperoleh makanan terbaik, sekaligus memastikan ikan-ikan anemon lain tetap dalam keadaan lebih kecil darinya. Selain itu, pejantan yang dominan juga berkesempatan untuk melakukan perkembangbiakan bersama sang betina.
Selama berkembang biak, betina akan mengeluarkan telur-telur yang jumlahnya ribuan, tergantung pada spesies dan ukuran dari sang betina. Ia akan meletakkan telur-telurnya pada batuan atau koral di dekat mereka tinggal. Sebelumnya ikan badut telah membersihkan batuan dan koral tersebut terlebih dahulu sampai dirasa sudah cukup nyaman untuk tempat telur-telur mereka.
Setelah telur-telur diletakkan, ikan badut jantan akan menemani dan membuahi telur-telur itu. Selain itu, ikan badut mempunyai cara tersendiri dalam memperlakukan telur-telur yang sedang dierami. Jika telur-telur tersebut berkualitas buruk akibat terjadi kerusakan ataupun terinfeksi jamur, ikan badut jantan akan langsung memakan telur-telurnya.
Demikian juga apabila telur-telur itu tidak subur atau jika ikan badut mengalami stres, maka sang jantan dengan mudah memakannya. Sebaliknya, bila berkualitas baik, maka telur-telur tersebut akan dijaga selama 6-10 hari sampai menetas, sambil mengipasi telur secara teratur agar meningkatkan kemungkinan telur berhasil menetas dengan baik.
Setelah telur-telur mereka lahir, ikan badut akan membiarkan anak-anak mereka untuk naik ke permukaan dan memakan plankton hingga dapat dikatakan telah matang.
Sumber gambar: unsplash.com
