Konten dari Pengguna

Kemampuan Otak dan “Makanan” Utama Otak

Lampu Edison

Lampu Edison

Edison 9955 kali gagal menemukan lampu pijar yang menyala. Jika ia berhenti di percobaan ke 9956, mungkin sekarang kita tidak akan punya lampu.

comment
1
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Lampu Edison tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Hal ini bahkan menjelaskan bagaimana pentingnya “makanan” bagi otak dan hal yang tidak mustahil dilakukan oleh otak

Kekurangan Oksigen Bisa Berdampak Serius ke Otak

Menurut penelitian, hal ini umumnya akan berdampak permanen ke kerusakan otak karena oksigen merupakan “makanan” utama yang mendukung kinerja otak untuk berfungsi secara maksimal dalam proses berpikir serta interaksinya dengan organ lain. Kekurangan oksigen dalam 5-10 menit ternyata sangat mungkin merusak otak secara permanen.

brain picture | pixabay.com

Dalam dunia medis biasanya hal ini disebut sebagai Cerebral hypoxia. Tentu penyebab utamanya disebabkan dari kebutuhan otak yang sangat memerlukan oksigen secara konstan untuk berfungsi secara normal. Biasanya Cerebral hypoxia ini akan berdampak ke bagian otak yang paling besar, yang kita kenal sebagai cerebral hemispheres. Walaupun pada dasarnya banyak orang menganggap hal ini akan mengganggu semua sistem di otak.

Jumlah Oksigen yang Dibutuhkan Oleh Otak

Dengan ukuran yang cukup kecil, kebutuhan oksigen otak terbilang cukup besar. Pada dasarnya tubuh kita merupakan suatu kesatuan sistem yang memerlukan oksigen, termasuk juga otak kita. Oksigen yang masuk bersamaan dengan udara yang kita hirup dan diteruskan ke paru-paru untuk proses terjadinya difusi di dalam paru-paru.

brain health | pixabay.com

Pada umumnya, oksigen yang dihirup ke dalam tubuh akan ditukar dengan karbon dioksida ketika kita menghembuskan udara keluar. Oksigen ini nantinya akan didistribusikan ke seluruh tubuh secara merata. Otak merupakan bagian yang membutuhkan jumlah oksigen yang cukup banyak. Menurut penelitian kebutuhan oksigen untuk otak adalah sekitar 20% dari total kebutuhan oksigen tubuh. Angka yang cukup besar untuk organ tubuh seberat 1,5 kg.

Otak Manusia Mampu Menyalakan Sebuah Bohlam Lampu

Kekuatannya diyakini mampu menghasilkan listrik yang cukup untuk membuat bohlam menyala. Kekuatan pesulap yang sering kita lihat mampu menyalakan bohlam dengan menjentikan jarinya atau hanya melihatnya saja ternyata memang nyata secara sains. Otak manusia mengandung sekitar 100 miliar sel mikroskopis yang dikenal sebagai neuron.

brain and lamp | pixabay.com

Jika satu orang melakukan perhitungan jumlah neuron tersebut mungkin perlu 3.000 tahun untuk menyelesaikannya. Ketika manusia melakukan kegiatan seperti bermimpi, tertawa, berpikir, melihat atau bahkan melihat, ada sinyal elektrik yang sangat kecil yang sebenarnya dipancarkan diantara 100 miliar sel neuron ini. Percaya atau tidak, walaupun kita tertidur namun sebenarnya aktivitas otak tidak pernah berhenti. Jika setiap kali kita beraktivitas diasumsikan akan menghasilkan sinyal listrik kecil, maka jika semua miliaran neuron tersebut bersinergi kemampuannya dipercaya akan mampu menyalakan bohlam lampu dengan daya yang kecil.

Kecepatan Transmisi Neuron Manusia

Kecepatannya hampir setara dengan jarak tempuh pulang pergi Bekasi - Bandung dalam satu jam. Sel saraf atau neuron merupakan suatu kesatuan dari sistem saraf yang berfungsi menghantarkan impuls listrik yang terbentuk akibat adanya suatu stimulus (rangsangan). Neuron biasanya akan mengirimkan informasi berupa rangsangan tersebut ke otak.

Brain Biology Abstract | pixabay.com

Secara sederhana jika misalnya ada seekor lebah menyengat kaki seseorang, sebenarnya orang tersebut tidak langsung merasakan sakit tersebut. Melainkan neuron yang bekerja meneruskan rangsangan sakit tersebut ke otak dan otak akan mengirimkan balik rasa sakit itu ke titik sakit di kaki. Cukup cepat bukan? Ya, karena kecepatan transmisinya bisa lebih dari 241 km per jam, atau bahkan lebih dari 322 km per jam pada beberapa rangsangan lain yang kita terima.

Struktur Otak Selalu Berubah dari Waktu ke Waktu

Hal ini akan lebih cepat berkembang dan berbentuk ketika kita mempelajari hal yang baru. Ketika kita kecil atau remaja mengendarai mobil atau sepeda roda dua mungkin terlihat sangat tidak mungkin. Namun setelah kita menguasai hal tersebut, semuanya menjadi biasa bahkan kita tidak perlu ingat kapan dan bagaimana kita melakukannya. Bagaimana mungkin itu terjadi? Ternyata ketika kita mempelajari hal baru, otak kita akan mengingat hal tersebut secara berulang sampai kita menguasainya dan tentu menghasilkan ikatan baru pada otak.

Brain Anatomy Human | pixabay.com

Pada kenyataannya, struktur otak juga akan berubah setiap kali kita melakukan atau mempelajari hal baru karena terbentuknya lipatan-lipatan baru yang terkoneksi tersebut. Hal tersebut akan diingat oleh otak kita sebagai memori panjang layaknya bagaimana menyeimbangkan diri ketika bersepeda atau pedal mana yang harus kita tekan saat melajukan mobil.