Kisah Kucing Sebagai Simbol yang Melekat pada Mesir

Edison 9955 kali gagal menemukan lampu pijar yang menyala. Jika ia berhenti di percobaan ke 9956, mungkin sekarang kita tidak akan punya lampu.
Tulisan dari Lampu Edison tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Pada zaman Mesir kuno ketika para dewa dan dewi sangat di puja, kucing menjadi simbol yang sangat sakral bagi mereka.
Bukti paling awal tentang kucing yang dianggap sebagai dewa berasal dari sebuah Piring kristal pada tahun 3100 SM yang dihiasi dengan gambar dewi berkepala kucing Mafdet. Bastet sebagai dewi yang diagungkan pada awalnya digambarkan sebagai singa betina yang sangat protektif dan suka perang tetapi karena citra Bastet atau Bast "melunak" dari waktu ke waktu, penggambaran sang dewi akhirnya lebih kuat digambarkan dengan simbol kucing. Disisi lain karena kucing suci bagi Bast, praktik mumifikasi pun diterapkan pada orang yang sudah meninggal dan menariknya rasa hormat yang diterima setelah kematian akan mencerminkan rasa hormat bagaimana mereka diperlakukan dalam kehidupan sehari-hari. Kucing ini memang menjadi simbol yang sangat disucikan, Diodorus Siculus menggambarkan contoh menarik dari hal ini melalui peradilan cepat yang terjadi pada pembunuh kucing. Sekitar tahun 60 SM, seorang Romawi diketahui secara tidak sengaja membunuh seekor kucing Mesir. Setelah kejadian itu, orang-orang berkumpul dengan amarah dan akhirnya orang Romawi tersebut pun dibunuh karena ia membunuh kucing secara tidak sengaja.

Sumber gambar : Wikimedia commons
