Konten dari Pengguna

Mengapa Manusia Senang Bernostalgia?

Lampu Edison

Lampu Edison

Edison 9955 kali gagal menemukan lampu pijar yang menyala. Jika ia berhenti di percobaan ke 9956, mungkin sekarang kita tidak akan punya lampu.

clock
comment
1
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Lampu Edison tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Bahkan ada istilah “good old days" untuk menggambarkan masa lalu yang terasa indah untuk dikenang. Secara definitif, nostalgia berarti bentuk mengingat kembali sesuatu yang terjadi pada diri kita atau orang-orang terdekat kita. Percaya atau tidak, sampai 300 tahun yang lalu, nostalgia masih dianggap sebagai salah satu bentuk penyakit depresi yang harus disembuhkan. Nostalgia dianggap sebagai depresi karena orang yang bernostalgia dianggap tidak bisa hidup sepenuhnya pada saat ini. Secara harfiah, nostalgia berasal dari kata nostos yang berarti 'masa lalu' dan algos yang berarti 'sakit'.

Ingatan kita saat bernostalgia tidak sama persis seperti aslinya, tetapi ada editing otomatis pada otak kita yang menjadikan memori itu terlihat lebih menyenangkan. Konsekuensinya, kita nyaris tidak pernah bernostalgia tentang hal-hal yang sulit atau menyedihkan, kita mengingat hal-hal itu, tetapi tidak mendetail. Memasuki abad 20, nostalgia tidak lagi dikategorikan sebagai bentuk depresi. Sebaliknya, nostalgia justru dianggap sebagai salah satu cara yang efektif untuk mengatasi depresi.

Selain itu, riset menunjukkan bahwa pemicu utama nostalgia adalah bau. Bagian otak yang bertanggung jawab untuk membau terhubung langsung dengan sistem limbik yang mengatur emosi kita. Itulah kenapa bau tertentu yang menyenangkan terkadang membuat kita emosional karena mengingat momen tertentu. Penyebab lain yang sangat kuat adalah musik. Hal menarik lainnya adalah hasil penelitian menunjukkan nostalgia dapat menaikkan suhu tubuh kita dan menjadikannya lebih hangat.

Nostalgia (Foto: Pixabay)

Sumber : Scienceabc