Mengapa Serigala Melolong pada Bulan?

Edison 9955 kali gagal menemukan lampu pijar yang menyala. Jika ia berhenti di percobaan ke 9956, mungkin sekarang kita tidak akan punya lampu.
Tulisan dari Lampu Edison tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Di banyak film horor, kita sering melihat adegan serigala melolong pada bulan. Apakah ini benar?
Saat kita berkemah di hutan, kesunyian di tengah malam hutan dapat secara tiba-tiba dipecahkan oleh lolongan serigala yang terdengar dari kejauhan. Benarkah serigala memang melolong karena adanya bulan purnama?
Jawabannya tidak. Fase-fase bulan, mulai dari bulan sabit hingga bulan purnama sama sekali tidak menarik bagi serigala. Serigala lebih tertarik pada kelinci dan binatang buruan ketimbang bulan.
Dalam mitologi Yunani dan Romawi, terdapat hubungan yang amat erat antara serigala dengan bulan. Penduduk native Amerika, yaitu suku Indian, sering mengasosiasikan serigala sebagai “penjaga” bulan.
Namun, banyak riset modern yang mengkonfirmasi tidak ada keterkaitan antara lolongan serigala dengan bulan. Serigala akan terus melolong, baik selama fase bulan sabit, bulan separuh, bulan purnama, ataupun saat langit mendung yang mana bulan tidak terlihat.
Lalu, apakah alasan sebenarnya serigala melolong?
Beragam Makna dari Lolongan Serigala
Lolongan serigala walaupun terdengar dramatis sebenarnya sama saja dengan lolongan binatang lain yang juga dikeluarkan oleh primata, burung hantu, dan juga ikan paus. Lolongan tersebut bisa jadi memiliki beragam makna:
Bermakna peringatan akan adanya musuh.
Memberitahukan kepada kawanannya untuk berkumpul.
Memberitahukan pada kawanannya bahwa ada makanan.
Mencari pasangan saat musim kawin.
Saat serigala merasa tersesat, lolongan bermakna untuk menandai lokasi agar ditemukan oleh kawanannya.
Peringatan kepada serigala yang bukan anggota kawanannya agar keluar dari area kekuasaan kawanan tersebut.
Saat melolong, kepala serigala selalu menengadah seolah memandang ke bulan. Ini yang membedakan lolongan serigala berbeda dengan hewan lain. Saking kuatnya lolongan serigala, itu dapat terdengar hingga jarak 6 mil. Sedangkan jika kondisi datarannya cukup datar tanpa penghalang apapun, maka lolongan ini bisa terdengar hingga jarak 10 mil.
Lalu, alasan lain tentang mengapa serigala hanya melolong di malam hari disebabkan karena serigala merupakan hewan nokturnal yang artinya serigala tidak aktif saat siang hari, sama seperti burung hantu. Oleh karena itu mereka harus berkomunikasi dengan efektif di malam hari. Menariknya, tidak hanya melolong, serigala juga bisa berlaku seperti anjing yang mengeluarkan gonggongan, menggeram, dan juga merintih.
Tatanan Grup Serigala yang Unik
Frekuensi lolongan ini biasanya akan meningkat menjelang fajar karena perburuan mangsa menjadi semakin intens. Frekuensi lolongan juga akan meningkat saat musim kawin di musim dingin. Lolongan saat musim kawin menjadi cerminan kekuatan dan ukuran tubuh pejantan, biasanya serigala jantan akan melatih suara mereka agar lolongan terdengar kuat dan keras.
Selain itu, sekawanan serigala bisa melolong bersama membentuk semacam grup “paduan suara”. Mereka mengeluarkan pitch yang berbeda-beda, namun harmonis. Suara ini untuk mengesankan kepada pendengar bahwa jumlah kawanan mereka banyak, sehingga kawanan mereka tidak diserang dari luar.
Serigala alpha biasanya adalah yang terkuat dan memimpin kelompok. Lolongannya biasanya lebih bernada rendah dan lebih sering terdengar daripada “anak buahnya”. Kawanan serigala ini dapat diidentikkan seperti grup segerombolan remaja di sekolah, ketimbang sekawanan binatang buas. Walaupun kadang mereka juga bertengkar dengan serigala lain dalam satu grup, gerombolan ini memiliki tatanan yang sangat baik.
Selain pejantan alpha, ada juga betina alpha, kemudian anak-anak mereka. Anak-anak serigala dalam kawananan juga berlatih melolong sejak kecil. Selain itu, ada juga pejantan beta yang mengambil peran komando kedua. Pejantan beta ini akan mengambil alih komando saat pejantan alpha terluka atau mati.
Pejantan beta juga mungkin akan mengawini betina alpha setelah pejantan alpha mati. Di posisi paling bawah grup ada pejantan omega. Seperti namanya, pejantan omega adalah yang terlemah di dalam grup. Sebagai yang terlemah, tentunya omega rentan terhadap bully. Namun, omega juga biasa bertugas sebagai penengah saat terjadi pertengkaran internal dalam grup.
Jika omega sudah tidak tahan lagi menghadapi tekanan sebagai yang terlemah, biasanya omega akan memilih meninggalkan kelompok dan hidup sendiri. Serigala omega yang memilih hidup sendiri biasanya tidak sering melolong untuk melindungi keberadaan mereka agar tidak diketahui oleh musuh.
Sumber: Howstuffworks, Scienceabc
