Konten dari Pengguna

Mengapa Seseorang Bisa Memiliki Orientasi Seksual yang Berbeda?

Lampu Edison

Lampu Edison

Edison 9955 kali gagal menemukan lampu pijar yang menyala. Jika ia berhenti di percobaan ke 9956, mungkin sekarang kita tidak akan punya lampu.

clock
comment
3
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Lampu Edison tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Apakah homoseksualitas disebabkan oleh faktor biologis atau faktor sosial?

Belum ada kesimpulan yang seratus persen pasti apakah homoseksualitas disebabkan karena kehidupan sosial atau karena faktor biologis. Namun, menurut Michael Bailey dan kawan-kawan, para peneliti orientasi seksual, dalam jurnal Psychological Science in the Public Interest volume 17 nomor 2, mereka menyebutkan beberapa hal mengenai orientasi seksual:

  • Bahwa setidaknya ada sedikit rasa ketertarikan terhadap sesama jenis dalam setiap individu dengan kadar yang berbeda-beda. Hal ini bisa dibuktikan dengan melihat contoh bahwa para perempuan meskipun bukan lesbian, tetap bisa mengagumi perempuan cantik lainnya. Atau para laki-laki meskipun bukan gay, tetap bisa menilai pria tampan yang lain.

  • Berbagai faktor biologis - termasuk hormon prenatal dan profil genetik tertentu - cenderung berkontribusi pada orientasi seksual, meskipun bukan satu-satunya penyebabnya. Nyatanya, bukti ilmiah menunjukkan bahwa faktor biologis dan lingkungan non-sosial mempengaruhi secara bersama orientasi seksual.

  • Temuan ilmiah tidak mendukung anggapan bahwa orientasi seksual dapat diajarkan atau dipelajari melalui sarana sosial. Juga tidak ada cukup bukti yang menunjukkan bahwa toleransi terhadap kaum homoseksual tidak akan menjadikan masyarakat terpengaruh menjadi homoseksual.

Pada tanggal 17 Mei 1990, homoseksualitas dihapuskan dari kategori penyakit menurut WHO. Selanjutnya tanggal 17 Mei diperingati sebagai hari untuk menentang homofobia.

Sumber gambar: The Astrology Podcast