Tekno & Sains
·
27 Februari 2021 15:50

Mengenal Hallucigenia: Makhluk Misterius di Serial Attack on Titan

Konten ini diproduksi oleh Lampu Edison
Serial anime Attack on Titan (AoT) yang diadaptasi dari manga Attack on Titan a.k.a. Shingeki no Kyojin kembali menarik perhatian para pecinta animasi Jepang. Mendekati tamatnya seri manga AoT, terdapat plot menarik yang menguak asal muasal titan, makhluk raksasa menyerupai manusia yang memiliki anatomi berbeda dengan manusia.
Mengenal Hallucigenia: Makhluk Misterius di Serial Attack on Titan (35159)
Ilustrasi Hallucigenia sparsa oleh DataBase Center for Life Science (DBCLS)
Makhluk misterius dalam serial fiksi AoT
ADVERTISEMENT
Pada seri manga AoT chapter 122, diceritakan kisah Ymir Fritz, manusia pertama yang berhasil mendapatkan kekuatan titan. Kisah tersebut berawal dari perbudakan dan penyiksaan yang dialami Ymir Fritz sekitar 2000 tahun yang lalu.
Suatu ketika karena telah melakukan sebuah kesalahan, Ymir Fritz dihukum menjadi ‘manusia buruan’ untuk olahraga dan kesenangan para penguasa. Singkat cerita, tubuh Ymir terluka parah akibat panah buruan. Namun ditengah keputusasaan dan luka tersebut, Ymir melihat sebuah pohon raksasa dengan lubang besar di bagian bawah tubuh pohon. Ymir pun menuju lubang tersebut untuk bersembunyi, namun sayang Ymir tidak mengetahui bahwa ada jurang dengan kolam besar di bawah pohon raksasa itu. Ymir terjatuh ke dalamnya.
Ketika Ymir terjatuh dan tenggelam ke dalam lubang jurang, muncul sebuah makhluk misterius menyerupai tulang belakang manusia yang panjangnya kira-kira setengah badan manusia. Makhluk misterius tersebut mendekati tubuh Ymir dan kemudian menyatu dengan tubuh Ymir, dan seketika tubuh Ymir berubah menjadi raksasa. Titan pertama telah tercipta.
ADVERTISEMENT
Hallucigenia, Si Makhluk Aneh dan Misterius
Makhluk misterius dalam serial fiksi AoT diduga sebuah cacing aneh purba bernama Hallucigenia.
Hallucigenia hidup sekitar 508 juta tahun yang lalu, awalnya dideskripsikan sebagai ‘Canadia sparsa’ oleh Walcott pada 1911. Studi menyeluruh cacing aneh ini baru berhasil dilakukan pada tahun 1977 oleh seorang ahli paleontologi Inggris, Simon Conway Morris.
Conway Morris mengemukakan bahwa cacing ini bukan termasuk dalam genus Canadia. Rekonstruksi fosil menunjukkan bahwa cacing ini memiliki 10 pasang lengan di bagian bawah dan 7 pasang duri panjang di punggung. Dimana 3 pasang lengan bawah pertama dekat kepala diduga adalah semacam antena sensor, dan 7 pasang lengan bawah setelahnya adalah kaki bercakar untuk berjalan. Kaki-kaki tersebut tidak memiliki sendi, diduga serupa dengan kaki bintang laut. Sementara itu 7 pasang duri panjang di punggungnya, diperkirakan digunakan untuk pertahanan.
ADVERTISEMENT
Selain itu Hallucigenia juga memiliki sepasang mata sederhana serta mulut beserta gigi sederhananya.
Berbeda dengan ‘Hallucigenia’ yang ada di AoT, aslinya Hallucigenia berukuran kecil, dengan panjang tubuh hanya sekitar 1 hingga 3 sentimeter.
Hallucigenia hidup di atas sedimen dasar suatu badan air, dan sering berasosiasi dengan spons Vauxia dan kotoran organik lainnya. Asosiasi antara Hallucigenia dan spons Vauxia memunculkan dugaan bahwa Hallucigenia menggunakan kaki bercakarnya untuk menempel di spons, dan memanfaatkan duri di punggungnya untuk melindungi diri dari predator.
Baru-baru ini Hallucigenia sparsa disebut-sebut sebagai nenek moyang cacing beludru Onychophora –yang masih hidup hingga saat ini− karena keduanya memiliki pola pertumbuhan cakar yang serupa.
Jadi, Hallucigenia di dunia nyata bukan nenek moyang titan, ya!
ADVERTISEMENT

sosmed-whatsapp-whitesosmed-facebook-whitesosmed-twitter-whitesosmed-line-white