Pencarian populer

Mengenali Produk-produk yang Rentan Mengandung Asbestos

Ilustrasi bedak bayi (Foto: healthline.com)

Belakangan ini media massa heboh karena salah satu merek bedak bayi terkenal terbukti mengandung asbestos. Perusahaan ini telah memproduksi bedak bayi selama kurang lebih 100 tahun. Setidaknya sebanyak 22 wanita melayangkan tuntutan kepada perusahaan tersebut dengan tuduhan bahwa asbestos yang terdapat dalam bedak bayi tersebut lah yang menyebabkan mereka terjangkit kanker ovarium.

Wanita-wanita ini menang di pengadilan dan mendapatkan kompensasi sebesar USD 4,69 juta pada bulan Juli. Salah satu yang mengajukan tuntutan adalah Krystal Kim (53 tahun) yang sejak umur 10 tahun disarankan ibunya untuk menggunakan bedak bayi agar merasa segar setelah mandi. 5 tahun yang lalu, Kim didiagnosa menderita kanker ovarium, menjalani kemoterapi serta bagian ususnya harus dipotong.

Sebelum kita membahas lebih jauh, mari kita kenali apa itu asbestos. Asbestos sebenarnya adalah mineral alami yang terbentuk di alam, sama seperti besi dan juga tembaga. Asbestos sendiri terdiri atas silikon, oksigen, hidrogen, dan juga beberapa unsur kimia bermuatan positif. Saat ini terdapat 6 jenis asbestos yang paling umum yaitu chrysotile, amosite, crocidolite, tremolite, actinolite, and anthophylite.

  • Mengapa bisa terkandung di bedak bayi?

Tidak seperti mineral lain yang bisa dihancurkan dengan mudah, jika hancur asbestos justru akan menjadi partikel-partikel kecil yang menyerupai jarum. Saking kecilnya partikel-partikel asbestos ini susah dilihat oleh mata telanjang. Partikel-partikel ini mudah tercampur dengan apa saja dan menghasilkan zat yang mengandung asbestos.

Bedak bayi yang terdapat di pasaran biasanya mengandung talc. Hal ini telah dibuktikan melalui riset pada tahun 1958 dan juga 2011 oleh The International Agency of Research Cancer. Talc merupakan mineral menyerupai lumpur yang didapatkan dari hasil pertambangan. Talc sangat lembut saking lembutnya banyak digunakan dalam industri kosmetik.

Asbestos juga diambil dari pertambangan, kadang kadang tercampur dengan talc. Dua orang mineralogist bernama Arthur Langey dan Fred Pooley menemukan fakta bahwa talc dan asbestos sangat berkaitan erat. Mereka hendak mempresentasikannya di sebuah konferensi pada tahun 1975. Namun, perusahaan yang sama dengan perusahaan yang saat ini berurusan dengan tuntutan hukum mengatakan temuan mereka masih kontroversial dan meminta keduanya menarik kembali ucapan mereka.

  • Pada barang apa saja biasanya asbestos digunakan?

Tidak hanya dalam bedak, talc juga ada di berbagai macam produk kecantikan seperti maskara, lisptick, blush on, eyeshadow, alas bedak, dan bahkan alat kosmetika untuk anak-anak. Dalam komposisi kosmetik talc dapat disebut sebagai talc, talcum, atau bubuk talcum, atau bisa juga disebut sebagai magnesium silicate. Kosmetik yang mengandung talc biasanya lembut seperti sutera. Beberapa merek kosmetik mengklaim bahwa produk mereka bebas dari talc.

Ilustrasi makeup (Foto: dok. Thinkstock)

Selain untuk kosmetik, talc juga digunakan dalam pemrosesan makanan seperti untuk membuat suplemen, obat-obatan, permen karet dan juga beras yang diputihkan. Konsumen juga menemukan talc terdapat di beberapa mainan anak-anak seperti krayon.

Sebelum tahun 1990an, talc juga rutin digunakan dalam sarung tangan yang digunakan untuk bedah dan juga terdapat dalam kondom. Penggunaan talc di kedua produk tersebut akhirnya dihapuskan atas aturan dari Food and Drug Administration Amerika Serikat.

  • Apakah harus menjauhkan talc dari bayi dan anak-anak?

Jawabannya adalah ya. Dokter anak menyatakan bahwa talc dapat terhirup yang menyebabkan tersedak dan batuk yang dapat menyebabkan permasalahan pernapasan kronis. Walaupun talc tersebut tidak mengandung asbestos, bahaya yang disebabkannya juga besar. Untuk meminimalisir efek talc, dokter anak menyarankan untuk sering mengganti diaper bayi secara teratur untuk mengurangi iritasi akibat diaper. Selain itu, lebih baik menggosok pantat bayi dengan minyak dibanding menggunakan bedak.

  • Efek asbestos terhadap kesehatan

Di antara efek asbestos terhadap kesehatan adalah dapat menyebabkan kanker paru, mesothelioma (kanker yang tumbuh di daerah dada dan juga rongga perut), dan juga asbetosis yaitu tumbuhnya jaringan fibrosis di paru sehingga mengurangi elastisitas paru. Resiko kanker paru meningkat seiring dengan banyaknya partikel fiber asbestos yang terhirup.

Sumber informasi: https://www.cdph.ca.gov/Programs/CCDPHP/DEODC/EHLB/IAQ/CDPH%20Document%20Library/AsbestosFactSheet_201711_final-ADA.pdf

https://www.nytimes.com/2018/12/14/business/talc-asbestos-powder-facts.html

Sumber Gambar : Pixabay

Tulisan ini adalah kiriman dari user, isi tulisan ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan
Tentang kumparan · Bantuan · Ketentuan & Kebijakan Privasi · Panduan Komunitas · Pedoman Media Siber · Iklan · Karir
2019 © PT Dynamo Media Network
Version: 1.1.57