Konten dari Pengguna

Mana yang Lebih Baik: Pembalut, Tampon, atau Cangkir Menstruasi?

Lampu Edison

Lampu Edison

Edison 9955 kali gagal menemukan lampu pijar yang menyala. Jika ia berhenti di percobaan ke 9956, mungkin sekarang kita tidak akan punya lampu.

clock
comment
1
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Lampu Edison tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Apa kelebihan dan kekurangan tiga produk wanita tersebut?

Mana yang Lebih Baik: Pembalut, Tampon, atau Cangkir Menstruasi?
zoom-in-whitePerbesar

Sumber gambar: Wikimedia Commons.

Akhir-akhir ini produk pembalut sedang heboh-hebohnya karena adanya fenomena mabuk pembalut. Para pecandu merebus pembalut baru atau bekas di dalam air, kemudian airnya diminum. Mereka mengaku mendapatkan sensasi high setelah meminum air rebusan pembalut tersebut.

Berbicara tentang pembalut, ternyata benda tersebut bukanlah satu-satunya benda yang digunakan wanita ketika sedang mengalami menstruasi. Meskipun pembalut adalah produk yang paling populer di Indonesia, namun tampon dan cangkir menstruasi adalah produk lain yang juga dapat digunakan. Apa saja kelebihan dan kekurangan masing-masing produk tersebut?

Pembalut adalah produk yang pertama kali muncul dan masih digunakan oleh banyak orang sampai sekarang. Pembalut memiliki ukuran dan tingkat penyerapan yang berbeda pula. Pembalut sangat mudah digunakan dan perempuan tidak akan mengalami nyeri ketika dipasang karena tidak perlu dimasukkan ke dalam vagina perempuan. Pembalut juga dapat digunakan siang dan malam.

Namun pembalut memiliki beberapa kekurangan. Untuk perempuan yang memiliki aktivitas tinggi, pembalut biasanya tidak nyaman digunakan karena membatasi ruang gerak. Selain itu, pembalut juga mengandung pemutih yang jika bertumpuk pada vagina dapat membuat kanker serviks dan kanker rahim.

Pembalut yang jarang diganti juga dapat membuat infeksi. Sementara sampah pembalut itu sendiri tidaklah ramah lingkungan. Dibutuhkan waktu selama 500 tahun untuk mengurai sampah pembalut. Bayangkan sampah yang tertumpuk karena seumur hidupnya, perempuan menggunakan rata-rata 10.000 pembalut.

Sementara tampon memiliki umur yang lebih muda dibandingkan pembalut. Tampon muncul di sekitar tahun 1930-an. Produk ini populer di kalangan wanita muda yang berumur di bawah 41 tahun.

Alasannya jelas karena ruang gerak mereka semakin luas dengan menggunakan tampon ketika sedang menstruasi dan tampon mudah dibawa-bawa karena ukurannya yang kecil. Tampon juga menyerap darah sebelum darah keluar dari vagina, sehingga pengguna tampon tidak perlu khawatir kalau darah akan berceceran kemana-mana.

Seperti pembalut, tampon juga memiliki ukuran dan tingkat penyerapan yang berbeda-beda. Perempuan disarankan untuk mengganti tampon setidaknya antara 4 sampai 8 jam.

Hal yang agak sulit dari tampon adalah pemakaiannya. Bagi pemula, menggunakan tampon tidaklah mudah karena tampon harus diletakkan di dalam vagina. Tampon juga memiliki daya serap yang tinggi dengan menggunakan bahan pemutih. Produk ini dapat mengeringkan darah secara cepat. Namun sayangnya, pelicin alami yang dikeluarkan vagina juga ikut terserap sehingga membuat vagina menjadi kering.

Seseorang juga dapat lupa bahwa ia sedang menggunakan tampon sehingga tampon lupa untuk dilepas dan tersangkut di dalam vagina. Tampon juga sebaiknya tidak dibawa tidur pada saat malam hari. Para pengguna tampon berukuran besar juga sering mengeluh susah untuk buang air karena tampon menghalangi jalan keluarnya air seni.

Dalam beberapa kesempatan, perempuan yang menggunakan tampon juga menggunakan pembalut secara bersamaan.

Sementara produk menstruasi yang terakhir adalah cangkir menstruasi. Berbeda dengan dua produk sebelumnya yang berfungsi untuk menyerap darah menstruasi, cangkir ini bekerja dengan cara menampung darah untuk nantinya dibuang.

Ada dua jenis cangkir menstruasi. Yang pertama, adalah cangkir yang lembut, fleksibel dan sekali pakai. Sementara yang kedua, adalah cangkir yang terbuat dari karet atau silikon yang dapat digunakan kembali setelah dicuci bersih. Karena fakta inilah, cangkir menstruasi sering dipilih karena produknya yang ramah lingkungan dan digunakan antara 6 sampai 10 bulan.

Cangkir menstruasi juga tidak mengandung bahan-bahan kimia atau pemutih yang digunakan untuk menyerap darah sehingga penggunanya memiliki kemungkinan lebih rendah terinfeksi dan terkena penyakit. Cangkir ini juga dapat menampung sampai 30-40 ml darah atau sekitar 12 jam pemakaian, lebih jarang diganti daripada menggunakan pembalut atau tampon.

Yang menyulitkan dari penggunaan cangkir menstruasi adalah pemasangannya di dalam vagina yang lebih sulit daripada tampon. Namun dengan latihan berkali-kali, pemasangan cangkir menstruasi tidak akan menyulitkan lagi.

Selain itu, cangkir menstruasi harus benar-benar dicuci sampai steril sebelum digunakan kembali. Jika tidak steril, penggunaan cangkir ini dapat menyebabkan infeksi. Harga cangkir ini juga tergolong lebih mahal dibandingkan pembalut dan tampon. Namun tentu saja hanya sekali beli dan bisa digunakan selama 6 sampai 10 bulan.

Ilustrasi tampon, panty liners, dan pembalut wanita (Foto: Shutterstock)
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi tampon, panty liners, dan pembalut wanita (Foto: Shutterstock)