Penemu Mesin Cuci Darah Adalah Seorang Disleksia

Edison 9955 kali gagal menemukan lampu pijar yang menyala. Jika ia berhenti di percobaan ke 9956, mungkin sekarang kita tidak akan punya lampu.
Tulisan dari Lampu Edison tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Willem Johann Kolff, adalah putra dari seorang dokter berkebangsaan Belanda. Dia mengalami kesulitan membaca (disleksia) sejak kecil. Tapi sekolah tetap menerimanya dengan baik.
Willem lulus doktoral dari Universitas Groningen di Belanda dan memutuskan untuk membuat mesin pencuci darah saat melihat seorang pria meninggal karena gagal ginjal di Gottingen, Jerman. Prinsip kerja mesin pencuci darah adalah dengan memanfaatkan cairan dialisat, cairan yang bisa menarik zat yang ingin dibuang tubuh seperti urea. Mesin ini juga membantu menormalkan kadar cairan tubuh seperti electrolit dan mineral yang biasanya tidak normal pada penderita gagal ginjal. Dr. Koff tidak pernah mempatenkan mesin cuci darahnya, karena dia mengembangkan alat ini atas nama kemanusiaan.

Sumber gambar : ECVV
