Konten dari Pengguna

Pengaruh Gaya Gravitasi pada Tubuh Manusia - Bagian 1

Lampu Edison

Lampu Edison

Edison 9955 kali gagal menemukan lampu pijar yang menyala. Jika ia berhenti di percobaan ke 9956, mungkin sekarang kita tidak akan punya lampu.

clock
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Lampu Edison tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Bumi, planet yang kita diami ini memiliki gaya gravitasi yang mempengaruhi setiap benda yang ada di permukaannya termasuk tubuh manusia. Gaya gravitasi ini menjaga agar kita tetap menjejak di permukaan tanah atau permukaan bumi, dan setiap benda yang bergerak akan selalu tertarik atau jatuh ke arah pusat bumi.

Bola yang jatuh selalu menuju ke pusat bumi. Gambar oleh Markus Spiske dari Pexels
zoom-in-whitePerbesar
Bola yang jatuh selalu menuju ke pusat bumi. Gambar oleh Markus Spiske dari Pexels

Berbagai sistem atau metabolisme dalam tubuh kita menariknya, juga dipengaruhi oleh gravitasi bumi. Gaya tarikan bumi ini mempengaruhi berbagai sistem yang bekerja dalam tubuh kita seperti sistem peredaran darah, sistem saraf maupun bagaimana sel-sel dalam tubuh kita tumbuh. Tetapi uniknya ada sistem metabolisme tubuh yang dapat melawan tarikan gaya gravitasi. Dan ada pula sel-sel tubuh kita yang tidak dapat bekerja apabila berada pada kondisi minim gaya gravitasi. Yuk kita simak penjelasannya.

Pengaruh gravitasi pada peredaran darah

Sistem peredaran darah merupakan sistem kerja tubuh penting yang sangat dipengaruhi oleh adanya gaya gravitasi. Sistem peredaran darah memastikan seluruh sel tubuh memperoleh sumber oksigen dan makanan yang cukup untuk tumbuh, dan bekerja dengan baik. Sistem peredaran darah dimulai dari jantung memompa darah melalui arteri kemudian menuju pembuluh-pembuluh darah yang lebih kecil hingga menuju berbagai jaringan tubuh dari kepala hingga kaki. Sistem peredaran darah ini diatur oleh tekanan darah yang yang diatur oleh pemompaan jantung. Dan gaya gravitasi berperan erat dalam bagaimana jantung mengatur tekanan darah.

Seberapa besar gravitasi mempengaruhi peredaran darah dapat dilihat ketika kita secara tiba-tiba merubah posisi dari duduk atau jongkok kemudian berdiri. Gaya gravitasi yang kita lawan saat berdiri juga mempengaruhi kerja jantung dan menyebabkan banyak volume darah bergerak menuju pusat bumi sesuai tarikan gravitasi. Jantung harus menyesuaikan diri merubah tekanan darah agar tetap dapat memompa darah ke seluruh bagian tubuh terutama kepala. Terkadang kita merasakan pening saat tiba-tiba berdiri. Ini menandakan jantung tidak cukup cepat beradaptasi untuk menyesuaikan tekanan darah dalam sistemnya untuk memompa cukup darah menuju kepala.

Jadi jangan terlalu sering tiba-tiba berdiri ya! atau kalau sedang berolahraga lakukanlah pemanasan terlebih dahulu agar jantung menyesuaikan diri sebelum melakukan aktivitas fisik yang cukup berat.

Perubahan massa tulang dan otot

Berdasarkan penelitian pada para astronot yang telah melakukan perjalanan ke luar angkasa, ada perubahan cukup signifikan pada perubahan massa tulang dan massa otot. Ketika para astronot kembali ke bumi diketahui dapat menyebabkan pengurangan massa tulang sebesar 1 persen setiap bulan meskipun astronot-astronot ini sudah mencegah dengan melakukan latihan olahraga untuk menghindari berkurangnya massa otot atau masa tulang tersebut. Olahraga yang mereka lakukan meski pada ruang hampa gravitasi seperti lari, angkat beban

Massa otot dapat berkurang dalam kondisi tanpa gravitasi. Gambar oleh Łukasz Dyłka dari Pixabay

Para peneliti menemukan bahwa ada beberapa jenis sel yang berperan dalam pertumbuhan tulang terhambat dalam kondisi tanpa gravitasi. Sedangkan sel-sel tubuh yang berperan dalam proses pertumbuhan meningkat aktivitasnya selama di luar angkasa. Hal ini yang menyebabkan, para astronot tersebut bertambah tinggi, namun kehilangan massa tulangnya.

Pengaruh gravitasi pada sistem pencernaaan

Sistem pencernaan kita tidak bergantung pada gaya gravitasi untuk melakukan kerja mencerna makanan. Dan sistem pencernaan kita tidak dibatasi oleh gaya gravitasi. Kita dapat menelan makanan dan sistem pencernaan kita tetap dapat baik bekerja meski dalam posisi tergantung terbalik. Hal ini disebabkan karena sistem pencernaan bekerja dengan menegangkan serta merenggangkan otot-ototnya dalam gerakan seperti ombak secara berulang-ulang untuk mendorong makanan melalui saluran pencernaan mulai dari ketika kita menelan hingga saat sisa makanan kita keluarkan.

Hanya saja mengunyah makanan dan menelan makanan saat tergantung terbalik bisa menyebabkan tersedak lo, apalagi kalau tidak berhati-hati. Karena makanan bisa saja malah masuk ke saluran pernafasan.

Sistem pencernaan manusia. Gambar oleh bodymybody dari Pixabay

FAN untuk Lampu Edison

Sumber 1, 2, 3