Permainan Lego Diambil dari Frase dalam Bahasa Denmark

Edison 9955 kali gagal menemukan lampu pijar yang menyala. Jika ia berhenti di percobaan ke 9956, mungkin sekarang kita tidak akan punya lampu.
Tulisan dari Lampu Edison tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Sebelumnya sang pendiri menggunakan nama Billund Maskinsnedkeri untuk usahanya ini.
Siapa yang tidak kenal dengan salah satu jenis mainan bernama Lego? Sepertinya hampir semua anak atau bahkan kita pernah memainkan balok-balok warna-warni yang terbuat dari plastik tersebut.
Umumnya balok-balok tersebut akan disusun membentuk sebuah bangunan atau bentuk-bentuk tertentu, seperti kendaraan, hewan, dan lain sebagainya. Lalu, apakah kamu juga mengetahui dari mana kata Lego itu berasal?
Lego merupakan sebuah singkatan yang diambil dari frase dalam bahasa Denmark, “leg godt”. Di mana artinya adalah “play well (bermain dengan baik).” Kata inilah yang kemudian menjadi tujuan utama perusahaan yang awalnya memproduksi perkakas rumah tangga, seperti tangga, papan setrika, kursi, hingga mainan anak.
Ialah Ole Kirk Kristiansen, seorang tukang kayu yang sejak 1932 memulai usaha pembuatan mainan anak dari kayu. Usaha ini kemudian diberi nama Billund Maskinsnedkeri, namun sang pendiri mulai menyebut perusahaannya menjadi Lego di 2 tahun berikutnya atau sekitar 1934.
Seiring perkembangan usahanya, di tahun 1949, Lego membuat mainan yang tidak hanya berasal dari kayu, tapi juga menggunakan bahan dasar plastik. Meski pada awalnya tidak cukup populer karena konsumennya masih lebih menyukai mainan berbahan dasar kayu, namun mainan tersebut menjadi sangat populer seiring waktu karena Lego membuat mainannya ke dalam bagian-bagian yang dapat disusun menjadi berbagai macam bentuk yang tak terbatas.
Beberapa tahun berselang mereka bahkan akhirnya memutuskan untuk mematenkan desain-desain baloknya pada 28 Januari 1958. Desain balok tersebutlah yang sampai saat ini masih digunakan dalam permainan Lego. Saat ini kepemilikan Lego sudah berada di tangan pewaris kedua atau cucu dari pemilik Lego pertama.
Sumber gambar: unsplash.com/HelloI'mNik
