Konten dari Pengguna

Perubahan Iklim Semakin Cepat Seiring Dengan Es Kutub Utara yang Mencair

Lampu Edison

Lampu Edison

Edison 9955 kali gagal menemukan lampu pijar yang menyala. Jika ia berhenti di percobaan ke 9956, mungkin sekarang kita tidak akan punya lampu.

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Lampu Edison tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Temuan ini didasari dari penelitian yang dilakukan oleh University of Copenhagen dalam sebuah proyek sinergi dalam memerangi perubahan iklim akan bisa ditekan lajunya.

Hal ini dilakukan tepatnya oleh para peneliti dari Niels Bohr Institute, University of Copenhagen, bekerja sama dengan para peneliti Norwegia dalam proyek ERC Synergy, ICE2ICE. Hal yang ditemukan adalah perubahan iklim yang tiba-tiba terjadi sebagai akibat dari penurunan luas es laut, dimana ini merupakan terobosan ilmiah yang menyimpulkan debat berkepanjangan tentang mekanisme yang menyebabkan perubahan iklim mendadak selama ini. Penelitian ini juga mendokumentasikan bahwa penyebab kecepatan dan luasnya perubahan iklim yang terjadi secara tiba-tiba ini ditemukan terutama di lautan. Bukti ilmiah perubahan iklim yang tiba-tiba di masa lalu akhirnya tercapai dengan adanya beberapa hal yang membuktikannya di masa sekarang. Selama beberapa periode terakhir, yaitu 10.000 - 110.000 tahun yang lalu belahan bumi utara tertutup es laut yang luas atau lebih tepatnya menutupi lautan Nordik. Iklim yang dulunya berbeda ini mulai terganggu oleh periode pemanasan cepat hingga 16,5 derajat Celcius di atas lapisan es Greenland, hal ini yang biasa disebut peristiwa Dansgaard Oeschger (D-O).

ice melting illustration | pixabay.com
zoom-in-whitePerbesar
ice melting illustration | pixabay.com

Fluktuasi iklim glasial yang sangat dingin dan berubah cepat ini ditemukan dalam aktivitas pengeboran inti es Greenland beberapa dekade yang lalu, walaupun penyebabnya masih diperdebatkan. Peristiwa D-O sangat penting saat ini karena laju pemanasan tampaknya sangat mirip dengan apa yang dapat diamati di sebagian besar Arktik saat ini. Hasil baru dari penelitian ini menunjukkan bahwa perubahan iklim yang tiba-tiba di masa lalu terkait erat dengan penurunan cepat dan ekstensif tutupan es laut di laut Nordik. Pengetahuan yang sangat penting karena es laut saat ini semakin berkurang setiap tahunnya, hal nyata yang dapat dengan mudah kita liat dari dokumentasi yang dibuat oleh media dan organisasi non-profit lainnya. Menurut Henrik Sadatzki yang juga terlibat dalam penelitian ini, rekonstruksi es laut yang dilakukan ini merupakan hal paling ekstensif dan terperinci untuk mendokumentasikan pentingnya penurunan cepat tutupan es laut dan mechanism informasi yang terhubung yang menyebabkan perubahan iklim yang tiba-tiba.

Dalam melakukan analisa dalam penelitian ini, data inti sedimen dan inti es digabungkan untuk mencapai hasil yang ingin dilihat. Para peneliti Norwegia menyelidiki dua inti sedimen dari laut Norwegia dan peneliti Denmark menyelidiki inti es dari Greenland Timur untuk perubahan lapisan es laut pada area mereka masing-masing. Hal yang dilakukan adalah baik inti sedimen dan es diberi tanggal dengan cermat dan selanjutnya dihubungkan satu sama lain melalui beberapa lapisan abu vulkanik (tephra) yang diidentifikasi lebih lanjut di keduanya. Hal lain yang coba ditingkatkan untuk mendapatkan data lebih mendalam adalah dengan melihat lapisan es laut masa lalu yang direkonstruksi di inti laut dengan mengamati hubungan antara molekul organik spesifik yang dihasilkan oleh alga yang hidup di es laut dan alga yang hidup di perairan bebas es. Di inti es Grenland dari East Greenland, para peneliti melihat kandungan Bromin yang terdapat di dalamnya. Kandungan ini terkait dengan es laut yang baru terbentuk, karena kandungan Bromin bertambah saat es laut terbentuk.

Greenland Gunung Es Fjord | Pixabay

Helle Astrid Kjær, Associate professor di Niels Bohr Institute mengatakan bahwa para peneliti telah menyelidiki bagaimana lapisan es laut berubah selama periode glasial terakhir di inti laut dan inti es. Dengan resolusi tinggi dalam kumpulan data ilmuwan ini, mereka dapat melihat bahwa lautan Nordik, selama perubahan iklim yang cepat pada periode glasial berubah dari tertutup es sepanjang tahun menjadi memiliki lapisan es musiman pada periode tertentu. Hal ini adalah pengetahuan yang dapat kita terapkan dalam pemahaman yang lebih baik tentang bagaimana penurunan es laut yang kita amati hari ini dapat berdampak pada iklim di Arktik. Perubahan es laut di masa lalu menunjukkan bagaimana iklim saat ini dapat berubah secara tiba-tiba dan data yang disajikan kelompok peneliti menunjukkan bahwa laut Nordik ditutupi oleh es laut yang luas pada periode dimana suhu masih sangat dingin, sedangkan periode yang lebih hangat ditandai dengan berkurangnya es laut musiman, serta lautan bebas es yang agak terbuka. Ketika laut Nordik berubah secara tiba-tiba dari es yang tertutup es menjadi laut terbuka, energi dari air laut yang lebih hangat dilepaskan ke atmosfer dingin, yang menyebabkan peningkatan pemanasan iklim yang tiba-tiba. Hasil studi mendokumentasikan bahwa es laut adalah "elemen ujung" dalam sistem iklim lautan-es yang berpasangan erat. Hal ini sangat relevan saat ini, karena lautan yang lebih terbuka di utara dapat menyebabkan perubahan iklim mendadak yang serupa.