Peternakan Kalajengking dan Populasinya

Edison 9955 kali gagal menemukan lampu pijar yang menyala. Jika ia berhenti di percobaan ke 9956, mungkin sekarang kita tidak akan punya lampu.
Tulisan dari Lampu Edison tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Populasinya tersebar di seluruh dunia, namun fokus untuk menghidupkan peternakan binatang ini tidak banyak di dunia.
Sebagian besar kalajengking pada umunya hanya akan memberikan efek buruk pada korbannya yang tersengat. Setidaknya ada sekitar 2.000 spesies kalajengking yang ada di dunia, tetapi hanya 30 - 40 spesies yang memiliki racun yang cukup kuat untuk membunuh seseorang. Binatang ini umumnya dianggap sebagai penduduk gurun, tetapi sebenarnya mereka juga tinggal di hutan Brasil, British Columbia, North Carolina, Asia, dan bahkan Himalaya. Kalajengking merupakan binatang endemik di Amerika Serikat dan sebagian besar hidup di atas tanah, tumpukan kayu dan celah-celah yang memungkinkan mereka bersembunyi seperti di dalam sepatu, bawah lemari dan karpet. Sebagian besar spesies kalajengking yang hidup di AS umumnya tidak terlalu berbisa, kecuali kalajengking jenis Centruroides sculpteratus, yang terkenal mematikan dan banyak hidup di Arizona. Di beberapa negara yang mengembangkan penelitian tentang binatang ini bahkan juga menghidupkan peternakan untuk memanen racun dari binatang ini. Beberapa negara Afrika seperti Sudan bahkan sudah melakukan ekspor binatang satu ini, begitupun dengan India yang mengembangkan peternakan serupa. Peternakan bintang satu ini umumnya memang banyak dalam skala lab dimana kepentingannya dilakukan untuk penelitian. India sendiri telah mempunyai temat pemeliharaan dalam penangkaran, ekstraksi racun dan studi toksisitas kalajengking yang terdapat di Karnataka dimana pengembangannya banyak berfokus pada dunia medis.

Sumber gambar : Wikimedia
