Konten dari Pengguna

Plastik Menimbulkan Ancaman Bagi Kesehatan Manusia

Lampu Edison

Lampu Edison

Edison 9955 kali gagal menemukan lampu pijar yang menyala. Jika ia berhenti di percobaan ke 9956, mungkin sekarang kita tidak akan punya lampu.

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Lampu Edison tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Temuan terbaru memperlihatkan bahwa plastik mengandung dan melepaskan bahan kimia berbahaya, termasuk bahan endocrine-disrupting chemicals (EDC) yang mengancam kesehatan manusia.

Laporan baru yang terpercaya menyebutkan bahwa efek kesehatan yang mengkhawatirkan dari kontaminasi yang meluas dari EDC yang terkandung dalam plastik. EDC adalah bahan kimia yang mengganggu sistem hormon tubuh dan dapat menyebabkan kanker, diabetes, gangguan reproduksi, dan gangguan neurologis pada janin dan anak yang sedang berkembang. Laporan tersebut menjelaskan banyak bukti yang mendukung hubungan sebab-akibat langsung antara zat aditif kimia beracun dalam plastik dan dampak kesehatan tertentu pada sistem endokrin. Perkiraan yang konservatif menunjukkan lebih dari seribu bahan kimia manufaktur yang digunakan saat ini yang merupakan EDC aktif. EDC yang diketahui yang larut dari plastik dan mengancam kesehatan termasuk bisphenol A dan bahan kimia terkait penghambat api, asam phthalat, dan bahan polifluoroalkil (PFAS), dioksin, penstabil UV, dan logam beracun seperti timbal dan kadmium. Plastik yang mengandung EDC digunakan secara luas dalam pengemasan, konstruksi, lantai, produksi dan pengemasan makanan, peralatan masak, perawatan kesehatan, mainan anak-anak, barang rekreasi, furnitur, elektronik rumah tangga, tekstil, mobil dan kosmetik.

Garbage Plastic Waste Beach | Pixabay.com
zoom-in-whitePerbesar
Garbage Plastic Waste Beach | Pixabay.com

Dalam temuan kunci dalam laporan tersebut diketahui bahwa 144 bahan kimia atau kelompok kimia yang diketahui berbahaya bagi kesehatan manusia secara aktif digunakan dalam plastik untuk fungsi yang bervariasi mulai dari aktivitas antimikroba hingga pewarna, penghambat api, pelarut, dan penstabil UV. Selain itu, paparan dapat terjadi selama masa pakai produk plastik, dari proses pembuatan hingga kontak konsumen, daur ulang, hingga pengelolaan dan pembuangan limbah dilakukan oleh konsumen. Paparan EDC adalah masalah universal dan pengujian sampel manusia secara konsisten menunjukkan hampir semua orang memiliki EDC di tubuh mereka karena penggunaan plastik ini. Di sisi lain, mikroplastik mengandung bahan kimia tambahan, yang dapat keluar dari mikroplastik dan mengekspos populasi. Mereka juga dapat mengikat dan mengakumulasi bahan kimia beracun dari lingkungan sekitarnya, seperti air laut dan sedimen, yang berfungsi sebagai pembawa senyawa beracun di lingkungan.

Bioplastik atau plastik biodegradable dipromosikan sebagai salah satu bahan yang lebih ekologis daripada plastik, mengandung bahan kimia tambahan yang mirip dengan plastik konvensional dan juga memiliki efek mengganggu endokrin. Menurut, Jodi Flaws, Ph.D., dari University of Illinois, banyak plastik yang kita gunakan setiap hari di rumah dan tempat kerja membuat kita terpapar bahan kimia berbahaya yang mengganggu endokrin dan tindakan nyata pasti diperlukan di tingkat global untuk melindungi kesehatan manusia dan lingkungan kita dari ancaman ini lebih jauh lagi. Duta Besar Swiss untuk Lingkungan, Franz Xavier Perrez, berkomentar bahwa plastik, EDC, dan Kesehatan serta hubungannya dengan ilmu pengetahuan tentang EDC dan plastik merupakan tanggung jawab kolektif kita untuk memberlakukan kebijakan publik guna mengatasi bukti jelas bahwa EDC dalam plastik adalah bahaya yang mengancam kesehatan masyarakat dan masa depan kita maupun anak cucu kita nanti.

Plastic Contamination Garbage | Pixabay.com

Pada bulan Mei, Pemerintah Swiss mengajukan proposal kepada Konvensi Stockholm untuk mendaftar penstabil ultra-violet (UV) pertama, aditif plastik UV-328, untuk didaftar di bawah Konvensi Stockholm. Stabilisator UV adalah aditif umum untuk plastik dan merupakan bagian dari EDC yang dijelaskan dalam laporan ini. Konvensi Stockholm sendiri adalah instrumen global definitif untuk menilai, mengidentifikasi, dan mengendalikan zat kimia paling berbahaya di planet ini. Kebutuhan akan kebijakan publik yang efektif untuk melindungi kesehatan masyarakat dari EDC dalam plastik menjadi semakin mendesak mengingat proyeksi pertumbuhan industri yang dramatis. Kebijakan untuk mengurangi dan menghilangkan EDC dari plastik dan mengurangi paparan dari daur ulang plastik, sampah plastik, dan insinerasi sangat penting.

EDC dalam plastik adalah masalah kesehatan internasional yang sangat dirasakan di belahan selatan dunia di mana pengiriman sampah plastik beracun dari negara-negara kaya membanjiri masyarakat di dunia. Paparan bahan kimia yang mengganggu endokrin tidak hanya menjadi masalah global saat ini, tetapi menimbulkan ancaman serius bagi generasi mendatang. Misalnya saja ketika seorang wanita hamil terpapar, EDC dapat mempengaruhi kesehatan anak yang dikandung. Nyatanya, penelitian pada hewan menunjukkan EDC dapat menyebabkan modifikasi DNA yang berdampak pada beberapa generasi, sehingga EDC ini harus ditanggulangi secara serius agar tidak berdampak lebih parah di masa mendatang.