Konten dari Pengguna

Sains di Balik 'Mem-puk-puk' Bayi dan Balita

google
Tambah ke Prefensi Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Lampu Edison tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Siapa Sih yang nggak suka di-puk-puk?

Sekedar tepukan hangat di bahu, usapan di kepala? Terutama bagi bayi dan balita, puk-puk dan usapan adalah senjata paling ampuh untuk membuat bayi menjadi lebih tenang dan rileks ketika menangis, tantrum, mengantuk ataupun bahkan untuk mengeluarkan sendawa. Setelah beranjak cukup besar pun balita banyak yang minta di-puk puk menjelang tidur atau jika terbangun saat malam atau ketika sedang sedih. Sebenarnya bagaimana sih kacamata sains memandang puk-puk ini? Apakah secara medis dan psikologis memiliki manfaat yang baik bagi perkembangan?

Ilustrasi bayi yang menangis. Gambar oleh StockSnap dari Pixabay.
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi bayi yang menangis. Gambar oleh StockSnap dari Pixabay.

Sentuhan pada bayi berfungsi sebagai pereda rasa sakit

Dilansir oleh BBC, menurut penelitian yang dilakukan oleh Rebeccah Slater mengungkapkan bahwa sentuhan yang diberikan pada bayi nampaknya memiliki pengaruh seperti pemberian analgesic atau anti nyeri tanpa resiko efek samping. Penelitian ini dilakukan dengan mengamati aktivitas otak dari 32 bayi ketika diambil darahnya untuk diperiksa. Bayi-bayi tersebut dikelompokkan dalam dua kelompok berbeda yang satu kelompok diberikan usapan lembut sebelum diberi stimulasi tindakan pengambilan darah. Dan satu kelompok lain tidak diberikan usapan sebelum dilakukan tindakan pengambilan darah. Bayi-bayi yang diberi usapan lembut setelah diamati menunjukkan penurunan aktivitas sebesar 40% pada bagian otak yang menangani rasa sakit.

Seberapa lembut usapan-tepukan harus diberikan?

Menurut tulisan Rebbecah Slater bersama timnya yang diterbitkan pada Jurnal Current Biology pada tahun 2018, disebutkan bahwa kecepatan optimal usapan yang dapat meredakan rasa sakit adalah sekitar 3 cm per detik. Slater menyarankan agar orang tua atau pengasuh bayi dan balita dapat memberikan ucapan dengan kecepatan tersebut untuk meningkatkan efek mengurangi rasa sakit pada bayi. Terutama ketika bayi atau balita hendak melakukan tindakan seperti imunisasi atau untuk mengurangi rasa sakit setelah terbentur, terjatuh atau digigit nyamuk.

Memberikan sentuhan dan usapan pada bayi yang menangis dapat meredakan rasa sakit. Gambar oleh joffi dari Pixabay.

Namun timing pemberian usapan sebagai pereda rasa nyeri dapat berbeda antar tiap bayi. Sehingga diperlukan penelitian lanjutan untuk mempelajari hubungan pemberian usapan tepukan ini, dan sistem neurobiology pada bayi, juga tentang waktu optimum dalam pemberian usapan atau tepukan ini.

Sentuhan Orang Tua dapat menyelamatkan bayi prematur

Seperti yang telah banyak diketahui dan diterapkan pada bayi-bayi yang lahir prematur, pemberian sentuhan dalam bentuk pelukan kangguru yang mengakomodasi sentuhan antar kulit antara bayi dan orang tua terbukti dapat menurunkan rasa sakit yang dialami oleh bayi dan meningkatkan pertumbuhan dan penyempurnaan organ-organ tubuh bayi prematur. Agustin Conde‐Agudelo dan José L Díaz‐Rossello pada tahun 2016 melakukan meta analisis terhadap 21 penelitian acak terkontrol yang melibatkan sebanyak 3042 bayi. Hasil analisis menunjukkan bahwa Pelukan Kanguru dari orang tua bayi adalah salah satu cara yang efektif dan aman sebagai perawatan untuk bayi-bayi prematur yang lahir dengan berat badan di bawah normal dibandingkan dengan cara konvensional perawatan bayi neonatal. Terutama untuk negara-negara dengan sumber daya terbatas.

Ilustrasi pelukan kangguru. Gambar oleh Pixabay

Pelukan kanguru dapat mengurangi tingkat kematian bayi prematur, mengurangi terjadinya infeksi dan sepsis, hypothermia, dan mencegah berkembangnya penyakit pernafasan. Selain itu metode ini juga terbukti dapat meningkatkan berat badan, panjang dan lingkar kepala bayi-bayi prematur.

Apakah sentuhan puk-puk yang sama juga dapat mengurangi rasa sakit bagi orang dewasa?

Ternyata bukan hanya ampuh bagi bayi atau balita, puk-puk ini juga ampuh mengurangi rasa sakit bagi orang dewasa. Telah banyak penelitian yang mempelajari pengaruh pemberian usapan, dan pijatan lembut bagi contohnya penderita penyakit kanker, arthritis, maupun pasien pasca operasi bukaan dada atau open thorax sebagai responden. Hasil meta analisis ini menyatakan bahwa pemberian usapan dan pijatan ringan dapat mengurangi rasa sakit yang ditimbulkan. Bagi penderita penyakit akut, pijatan ringan dapat meredakan kelelahan selain rasa sakit serta memperbaiki pola tidur. Sehingga pemberian terapi ini dinilai dapat meningkatkan kualitas hidup penderita.

FAN untuk Lampu Edison

Sumber: 1, 2, 3, 4 dan 5.