kumparan
12 Mar 2019 10:31 WIB

Sains Dibalik Memori Otak Manusia

Memori yang diproses di otak
Setiap memori yang masuk ke dalam ingatan kita, ternyata akan membentuk suatu koneksi baru. Setiap apa yang kita lihat melalui kedua mata, dengar melalui kedua telinga, merupakan hal menarik yang memiliki beberapa proses tahapan sebelum sampai ke otak. Umumnya, semua informasi tersebut akan diproses ke otak. Namun, memori tersebut tidak akan bertahan lama. Banyak memori tersebut yang akan hilang seketika yang biasa disebut sebagai short-term memories.
ADVERTISEMENT
Namun, hal yang cukup menarik adalah ketika membentuk suatu memori yang kita simpan ke dalam otak.
Human Brain | wikimedia.org
Pada saat kita menyimpan memori sekecil apapun ke dalam otak kita, biasanya akan ada bagian baru dari otak yang terkoneksi satu sama lain. Beberapa penelitian menyatakan hal ini sebagai bentuk pembentukan lipatan baru pada otak, sebagaimana yang kita ketahui otak manusia merupakan bagian-bagian lipatan yang dipadatkan di dalam rangka kepala manusia.
Memori yang hilang seketika
Memori ini biasanya lebih dikenal sebagai short-term memories (ingatan jangka pendek). Kapasitas short-term memories biasanya sangat terbatas. Beberapa ahli bahkan mengatakan rata-rata kurang dari 10 ingatan kita dalam short-term memories, akan hilang dalam 20-30 detik. Memori yang biasanya hilang seketika ini bisa diakali untuk setelah diingat dengan membuat pengelompokkan akan memori yang ingin kita ingat ke dalam otak kita.
Monitoring the Systemic Human Memory | wikimedia.org
Pada publikasi yang terkenal pada era nya di tahun 1956, seorang psikolog George Miler menyarankan teknik pengelompokkan memori tersebut ke dalam angka-angka antara 5 dan 9. Perkembangan dari teknik untuk mengingat ini sudah sangat berkembang sekarang dimana ingatan jangka pendek tersebut dibuat akan menjadi ingatan jangka panjang yang akan terus kita ingat.
ADVERTISEMENT
Peningkatan kemampuan mengingat bisa ditingkatkan
Dengan beberapa pendalaman, siapapun diyakini akan mampu melakukan peningkatan ini. Penyakit pelupa saat kita beranjak dewasa sudah menjadi hal pelik yang harus dihadapi semua orang. Terkadang hal sesederhana lupa meletakkan barang pun bahkan sangat mungkin terjadi.
Ada banyak teknik yang mungkin bisa dipelajari. Namun, beberapa teknik ini mungkin sangat bermanfaat jika kita bisa menerapkannya bersamaan dengan kemajuan teknologi yang juga berkembang. Beberapa poin yang diyakini untuk meningkatkan kemampuan mengingat ini diantaranya adalah dengan memanfaatkan pengingat di handphone.
Yang kedua dan cukup efektif adalah mengingat dengan membayangkan gambaran hal yang ingin kita ingat dan menyimpannya sebagai gambar di dalam otak karena visualisasi diyakini lebih ampuh dibandingkan teknik pengingat lainnya.
Brain, Think, Human, Idea, Intelligence | pixabay.com
Pada umumnya, banyak orang akan menggunakan beberapa teknik untuk mengingat seperti Connect & Link, Make a Story, Draw a Mind Map sampai ke teknik yang dinilai paling efektif seperti Memory Palace. Para ahli menyebutkan bahwa dengan menerapkan beberapa hal diatas diyakini akan mempengaruhi teknik mengingat seseorang.
ADVERTISEMENT
Bau menjadi pemicu ingatan paling kuat
Beberapa orang diyakini dapat mengingat hal tertentu hanya dengan mencium bau nya. Kemampuan untuk membedakan bau ternyata memang terkoneksi dengan memori seseorang. Penelitian menunjukan bahwa ketika bagian otak yang berfungsi sebagai pengingat rusak, maka hal yang sama akan terjadi juga pada kemampuan mengenali bau. Untuk mengenali suatu bau yang dikenali, biasanya kita harus mencium bau tersebut dan meneruskannya ke otak sebagai bentuk visual untuk membedakan bau tersebut pada saat yang bersamaan.
Flower Smoking | pixabay.com
Menurut beberapa penelitian, mempelajari informasi dengan adanya bau sebenarnya meningkatkan kejelasan dan intensitas dari informasi yang diingat ketika seseorang mencium bau itu lagi. Sehingga ketika suatu saat bau itu muncul maka identifikasi seseorang akan semakin tajam merefleksikan bau tersebut ke hal lain yang ia ingat.
ADVERTISEMENT
Tidur memang meningkatkan kemampuan otak
Kondisi tidur yang baik diyakini akan mampu membuat otak bekerja lebih baik dalam mengingat. Penelitian menemukan bahwa tidur akan sangat berpengaruh terhadap memori prosedural dibandingkan memori deklaratif yang kita miliki. Memori prosedural adalah hal-hal terkait kemampuan mempersepsikan atau mengintepretasikan sesuatu, sedangkan memori deklaratif lebih bersinggungan akan kemampuan mengingat fakta-fakta yang kita hadapi.
woman sleeping | pixabay.com
Secara tidak langsung kualitas tidur kita akan lebih meningkatkan kemampuan kita dalam mengartikan sesuatu yang kita ingat namun tidak mengingat satu per satu kata seperti layaknya hafalan. Walaupun begitu, tidur diyakini tetap diperlukan dalam kondisi apapun karena mampu menormalkan oksigen yang masuk ke otak agar bekerja lebih baik keesokan harinya.
ADVERTISEMENT
Tulisan ini adalah kiriman dari user, isi tulisan ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan